Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar

    September 17, 2026

    Kabut Asap Tebal, Sekolah di Samarinda Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

    September 17, 2026

    Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Pemprov Kaltim Anjurkan Sekolah Daring

    September 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar
    Pemerintah

    23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar

    AminahBy AminahSeptember 17, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pengunjung memilih buku dalam Festival Literasi Kaltim x Out of The Boox Samarinda 2026 di Aula Tower Kadrie Oening Dispora Provinsi Kaltim, Kamis, 17/9/2026.(Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 23.255 eksemplar buku terjual selama Festival Literasi Kaltim x Out of The Boox Samarinda 2026. Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 29 Agustus hingga 17 September itu, tercatat sekitar 10.500 orang datang ke lokasi festival di Aula Tower Kadrie Oening Dispora Provinsi Kaltim.

    Jumlah buku yang terjual mencapai 4.933 judul. Angka tersebut menjadi salah satu catatan utama dalam pelaksanaan festival literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim

    “Jumlah kunjungan selama sekitar 19 hari tercatat sebanyak 10.500 pengunjung atau rata-rata 583 pengunjung per hari. Buku yang terjual sejumlah 4.933 judul dan 23.255 eksemplar,” kata Kepala DPK Kaltim Lisa Hasliana, Kamis, 17 September 2026.

    Tidak hanya transaksi buku, festival tersebut juga diisi workshop, diskusi, parenting, literasi digital, literasi lingkungan hingga kegiatan bersama komunitas. Ada pula Anugerah Festival Literasi Kaltim untuk lomba perpustakaan desa, kampung, kelurahan dan kecamatan serta lomba bertutur bagi siswa SD/MI.

    Di tengah tingginya penggunaan gawai, pemerintah daerah melihat tantangan literasi tidak lagi berhenti pada persoalan membuat anak mau membaca.

    Kemampuan mencari, memahami dan memilah informasi menjadi persoalan lain yang ikut menentukan kualitas literasi generasi muda.

    Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim Muhaimin mengatakan, teknologi tidak perlu dijauhkan dari anak-anak. Penggunaannya yang perlu diarahkan agar tidak berhenti sebagai sarana hiburan.

    “Kita tidak mungkin menghindarkan anak-anak kita dari gadget. Kita juga tidak mungkin meminta mereka tumbuh tanpa bersentuhan dengan teknologi. Yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa mereka tahu bagaimana menggunakannya,” ujarnya dalam penutupan Festival Literasi Kaltim 2026.

    Perubahan pola akses informasi itu juga membuat perpustakaan tidak cukup hanya mengandalkan koleksi fisik. Akses digital menjadi bagian yang perlu diperluas agar sumber pengetahuan dapat dijangkau lebih banyak masyarakat.

    “Kalau dulu kita mengajak anak-anak datang ke perpustakaan untuk mencari buku, maka ke depan kita juga harus memastikan bahwa ketika anak membuka gadget mereka bisa menemukan perpustakaan di dalam gadget mereka,” tutur Muhaimin.

    Persoalan berikutnya adalah memastikan budaya membaca tidak berhenti ketika festival selesai. Penjualan puluhan ribu buku menunjukkan adanya permintaan terhadap bahan bacaan, tetapi kebiasaan membaca dan kemampuan mengolah informasi membutuhkan proses yang berlangsung di luar kegiatan festival.

    Festival Literasi Kaltim 2026 ditutup pada Kamis 17 September 2026. Setelah kegiatan berakhir, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar menghadirkan buku kepada masyarakat, tetapi menjaga agar akses terhadap bacaan dan kemampuan mengolah informasi terus berkembang di sekolah, rumah, perpustakaan maupun ruang digital.

     

    Buku Festival Literasi Muhaimin Pemprov Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Pemprov Kaltim Anjurkan Sekolah Daring

    September 17, 2026

    Kabut Asap Makin Parah, Sekolah Samarinda Beralih ke PJJ Mulai Hari Ini

    September 17, 2026

    Peringatan Harhubnas 2026, Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas

    September 17, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026

    DPR RI Soroti Manfaat SDA Indonesia: Negara Jangan Hanya Jadi Penonton

    September 16, 2026

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    September 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar

    AminahSeptember 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 23.255 eksemplar buku terjual selama Festival Literasi Kaltim x Out of…

    Kabut Asap Tebal, Sekolah di Samarinda Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

    September 17, 2026

    Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya, Pemprov Kaltim Anjurkan Sekolah Daring

    September 17, 2026

    Kabut Asap Makin Parah, Sekolah Samarinda Beralih ke PJJ Mulai Hari Ini

    September 17, 2026

    Peringatan Harhubnas 2026, Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas

    September 17, 2026
    1 2 3 … 3,346 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.