Artikel ini telah dilihat : 579 kali.
oleh

UN Resmi Dihapus, Sekretaris PGRI Kaltim: Di Dunia Pendidikan, Tidak Bisa Dilakukan Kebijakan ‘Serta-Merta’

Reporter: Nada – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Samarinda – Ujian Nasional (UN) akan dihapus dan diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai 2021. Selain itu, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) juga akan diganti.

Hal ini disampaikan langsung oleh Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat koordinasi bersama dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesiadi Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Menanggapi itu, Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia H. Musyahrim memberikan komentar.

“UN salah satu ukuran untuk menilai kompetensi peserta didik. Bagaimana mungkin, jika tidak ada UN kita bisa mengetahui ukuran siswa? Misalnya, anak di Mahulu mendapatkan nilai 8 menurut evaluasi dari guru di sana. Di Samarinda, salah satu mendapatkan 7. Standarnya bagaimana? Apa sama dengan yang di Jakarta, kalau sama tidak apa-apa,” ungkap Musyahrim.

Untuk pengganti UN, Musyahrim menyatakan bahwa hal tersebut sama namun namanya saja yang berbeda.

“Tentu sama-sama ujian. UN masih perlu kok, untuk mengukur kemampuan siswa secara nasional. Daerah kita berbeda-beda dan memiliki ukuran serta kepentingan masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut masih belum bisa memberikan impact.

“Dengan UN kita bisa memiliki evaluasi, kita bisa tahu kenapa nilai siswa menurun dan lainnya,” tuturnya.

Ia menyampaikan, jika ingin mencari pengganti UN, harus melakukan kajian lebih dalam.

“Perlu dicatat, di dunia pendidikan tidak bisa dilakukan kebijakan ‘serta-merta’. Harus dilakukan evaluasi mendalam, jangan berdasarkan parsial. Tentu berbeda, kalau bangun Jembatan Mahakam, terlihat hasilnya tahun depan. Untuk pendidikan, perlu waktu 20 tahun baru bisa melihat hasilnya,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed