Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    Oktober 18, 2026

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    DPRD Ingatkan Aspirasi Reses Harus Masuk Musrenbang agar Tak Tertolak SIPD

    Oktober 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»UN Resmi Dihapus, Sekretaris PGRI Kaltim: Di Dunia Pendidikan, Tidak Bisa Dilakukan Kebijakan ‘Serta-Merta’
    Daerah

    UN Resmi Dihapus, Sekretaris PGRI Kaltim: Di Dunia Pendidikan, Tidak Bisa Dilakukan Kebijakan ‘Serta-Merta’

    AdminBy AdminDesember 21, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Ujian Nasional (UN) akan dihapus dan diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai 2021. Selain itu, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) juga akan diganti.
    Hal ini disampaikan langsung oleh Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat koordinasi bersama dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesiadi Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).
    Menanggapi itu, Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia H. Musyahrim memberikan komentar.
    “UN salah satu ukuran untuk menilai kompetensi peserta didik. Bagaimana mungkin, jika tidak ada UN kita bisa mengetahui ukuran siswa? Misalnya, anak di Mahulu mendapatkan nilai 8 menurut evaluasi dari guru di sana. Di Samarinda, salah satu mendapatkan 7. Standarnya bagaimana? Apa sama dengan yang di Jakarta, kalau sama tidak apa-apa,” ungkap Musyahrim.
    Untuk pengganti UN, Musyahrim menyatakan bahwa hal tersebut sama namun namanya saja yang berbeda.
    “Tentu sama-sama ujian. UN masih perlu kok, untuk mengukur kemampuan siswa secara nasional. Daerah kita berbeda-beda dan memiliki ukuran serta kepentingan masing-masing,” katanya.
    Ia menegaskan, kebijakan tersebut masih belum bisa memberikan impact.
    “Dengan UN kita bisa memiliki evaluasi, kita bisa tahu kenapa nilai siswa menurun dan lainnya,” tuturnya.
    Ia menyampaikan, jika ingin mencari pengganti UN, harus melakukan kajian lebih dalam.
    “Perlu dicatat, di dunia pendidikan tidak bisa dilakukan kebijakan ‘serta-merta’. Harus dilakukan evaluasi mendalam, jangan berdasarkan parsial. Tentu berbeda, kalau bangun Jembatan Mahakam, terlihat hasilnya tahun depan. Untuk pendidikan, perlu waktu 20 tahun baru bisa melihat hasilnya,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    Kebijakan Tak Naik Kelas Berisiko Tekan Siswa, Disdikbud Kaltim Khawatir Siswa Enggan Sekolah

    Oktober 12, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    SintaOktober 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Persoalan pemilu tidak berhenti pada penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).…

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    DPRD Ingatkan Aspirasi Reses Harus Masuk Musrenbang agar Tak Tertolak SIPD

    Oktober 17, 2026

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026

    Sekda Neneng Chamelia Shanti Ungkap 6 Langkah Pemkot Samarinda Menata Pengelolaan CSR

    Oktober 16, 2026
    1 2 3 … 3,390 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.