Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Tuan Rumah Harganas, Bontang Tertinggi Prevalensi Stunting
    Diskominfo Kaltim

    Tuan Rumah Harganas, Bontang Tertinggi Prevalensi Stunting

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 25, 2024Updated:Juli 25, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tingkat Provinsi Kaltim yang dipusatkan di Bontang Mangrove Park, Kota Bontang, Kamis (25/7/2024).

    Teks: Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik

    Memenuhi janjinya untuk memberi kejutan pada pelaksanaan Harganas, Akmal menyebutkan tiga daerah dengan percepatan penurunan stunting terendah di Kaltim.

    Dari seluruh daerah di Kaltim, Kota Bontang sebagai tuan rumah menjadi daerah dengan kenaikan angka prevalensi stunting tertinggi sebanyak 6,4, disusul Kabupaten Kutai Timur 4,3 dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 2,8.

    “Daerah yang terendah, tidak usah bersembunyi. Tak perlu malu. Tugas kita segera lakukan perbaikan,” tutur Akmal.

    Tidak hanya menyampaikan peringatan, Akmal juga tidak lupa mengapresiasi kinerja daerah-daerah yang telah berhasil menurunkan angka stunting.

    “Selamat kepada daerah yang sudah menerima penghargaan hari ini. Itu apresiasi atas kinerja yang sudah bapak dan ibu kerjakan,” kata Pj Akmal Malik.

    Akmal menyebutkan rendahnya penurunan angka stunting dan meningkatnya prevalensi stunting bisa saja terjadi sebab adanya banyak faktor seperti kesalahan pihak survei ataupun akibat pembangunan yang tidak sinergis.

    Sehingga dirinya mengingatkan jangan sampai kegiatan ini justru membawa birokrasi daerah jumawa, karena hanya yang terbaik yang diumumkan.

    “Kenapa tidak yang terendah? Kalau kepala daerah hanya diberikan gula-gula saja (kabar baik), tidak baik. Perlu data pendamping yang kuat. Maka perlu menyiapkan data yang akurat,” kritik Akmal.

    Lebih jauh dijelaskan, meritokrasi ada dua. Reward (penghargaan) dan punishment (sanksi). Selama ini cenderung hanya reward, bukan punishment.

    “Punishment bisa dilakukan dengan mengumumkan yang terendah agar lebih termotivasi untuk lebih baik,” imbuhnya.

    Memberikan punishment menurut Akmal memaksa birokrasi memutar otak untuk menciptakan program penanganan stunting yang tepat sasaran.

    Data yang akurat, lanjutnya, sangat penting bagi daerah untuk memenuhi kelengkapan dan mudah diakses.

    “Ini akan memudahkan distribusi anggaran dan SDM agar program tepat sasaran,” tegas Akmal.

    Seiras dengan itu, Wali Kota Bontang Basri Rase menyambut baik adanya punishment yang diberikan Pj Gubernur sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas daerah yang dipimpinnya.

    “Saya tidak tersinggung, Justru ini menjadi pemicu agar kami bisa lebih baik,” tegas Basri.

    Akmal Malik Harganas Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026

    Stunting Samarinda Sudah di Bawah Nasional, DPPKB: Tantangan Terbesar Perubahan Perilaku

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada…

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.