Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    Juni 18, 2026

    Samarinda Perketat Seleksi Atlet Porprov, Cabor Penyumbang Emas Jadi Prioritas

    Juni 18, 2026

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    Juni 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Strategi Kaltim Perangi DBD, Vaksinasi dengan Implementasi Wolbachia
    Diskominfo Kaltim

    Strategi Kaltim Perangi DBD, Vaksinasi dengan Implementasi Wolbachia

    LarasBy LarasJanuari 14, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi vaksinasi DBD bagi anak
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengadopsi pendekatan terpadu dalam melawan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan memprioritaskan vaksinasi anak usia 5-12 tahun dan mengimplementasikan teknologi Wolbachia.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim telah menyiapkan 5.000 dosis vaksin sebagai langkah awal untuk menekan kasus DBD yang meningkat tajam tahun 2024 lalu.

    Kepala Dinkes Kaltim Dokter Jaya Mualimin menyebutkan kelompok anak usia sekolah dasar menjadi fokus utama karena paling rentan terpapar DBD. Berdasarkan data, anak-anak mendominasi pasien yang memerlukan perawatan intensif akibat penyakit ini.

    “Kelompok usia ini mendominasi pasien DBD. Dengan vaksinasi, kami harap kasus dapat ditekan secara signifikan,” kata Jaya, Senin, 13 Januari 2025.

    Selain vaksinasi, inovasi berbasis teknologi Wolbachia turut diluncurkan untuk mengendalikan populasi nyamuk penyebab DBD.

    Setelah berhasil diuji coba di Bontang, program ini mulai diperluas ke Balikpapan. Teknologi Wolbachia menggunakan bakteri untuk menghentikan penyebaran virus DBD melalui nyamuk.

    “Kami melihat hasil positif di Bontang. Uji coba di Balikpapan diharapkan memberikan dampak serupa,” jelasnya.

    DBD masih menjadi ancaman serius di Kaltim. Tahun lalu, tercatat lonjakan kasus mencapai 10.000, jauh di atas rata-rata tahunan 5.000 kasus.

    Meski demikian, tingkat kematian berhasil ditekan menjadi 0,21 persen berkat berbagai intervensi, termasuk pembersihan lingkungan dan upaya pencegahan lainnya.

    Dinkes optimistis vaksinasi ini akan memberikan hasil yang cepat. Vaksin DBD memiliki keunggulan unik karena mampu menciptakan imunitas dalam tiga bulan setelah penyuntikan.

    Namun, tantangan tetap ada, mengingat vaksin ini belum masuk dalam program nasional sehingga memerlukan dukungan biaya dari fasilitas kesehatan.

    “Dinkes Kaltim terus mendorong agar vaksin DBD menjadi bagian dari program nasional, sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmatinya tanpa beban biaya,” tuturnya.

    Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga siap menambah anggaran jika diperlukan untuk memperluas cakupan vaksinasi dan memastikan keberlanjutan teknologi Wolbachia.

    “Kami harap strategi ini dapat mengurangi risiko KLB seperti tahun lalu dan melindungi masyarakat Kaltim secara keseluruhan memulai tahun yang baru,” pungkasnya.

    DBD Dinkes Kaltim Pemprov Kaltim Teknologi Wolbachia
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Minat Masih Rendah, Dinkes Kaltim Ajak Masyarakat Lebih Aktif Manfaatkan Program CKG

    Juni 17, 2026

    Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak

    Juni 16, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Meski Beban Fiskal Daerah Meningkat, Sekda Pastikan Gaji PPPK di Kaltim Aman

    Juni 11, 2026

    Peserta Gratispol Boleh Naik Kelas, tapi Perawatan Diusulkan Tak Lagi Ditanggung APBD

    Juni 10, 2026

    Kaltim Susun RPPEM, Optimalkan Potensi Mangrove Dukung Penurunan Emisi

    Juni 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    R’syaJuni 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hujan yang mengguyur Kota Samarinda sepanjang Kamis 18 Juni 2026 siang, menyebabkan…

    Samarinda Perketat Seleksi Atlet Porprov, Cabor Penyumbang Emas Jadi Prioritas

    Juni 18, 2026

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    Juni 18, 2026

    Hoaks Kian Mengancam, Faisal Minta KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi di Daerah

    Juni 18, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026
    1 2 3 … 3,153 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.