Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak
    Kesehatan

    Lonjakan Diabetes pada Usia Muda, Akibat Makanan Instan dan Kurang Gerak

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 16, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi contoh makanan instan (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Remaja yang lebih banyak menghabiskan waktu, dengan aktivitas pasif dan kurang bergerak. Memiliki risiko lebih besar, mengalami gangguan metabolisme yang dapat berujung pada diabetes maupun hipertensi.

    Selain faktor pola makan, rendahnya aktivitas fisik juga menjadi perhatian.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor utama. Mendorong peningkatan kasus penyakit metabolik, pada usia produktif, bahkan anak-anak.

    Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut.

    Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mencatat, kedua penyakit tersebut mulai banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.

    “Memang semakin menyasar usia muda. Salah satu penyebabnya karena kebutuhan pangan sekarang semakin instan,” ujar Jaya, di Samarinda, Senin, 15 Juni 2026.

    Menurutnya, kemudahan memperoleh makanan cepat saji membuat masyarakat semakin sering mengonsumsi makanan dengan kandungan garam, gula, dan lemak (GGL) yang tinggi.

    Pola konsumsi tersebut, berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, apabila berlangsung dalam jangka panjang.

    Selain faktor pola makan, rendahnya aktivitas fisik juga menjadi perhatian.

    “Garam, gula, dan lemak semakin mudah didapat. Kemudian metabolisme tubuh, terutama pada anak-anak yang kurang gerak, juga menjadi faktor risiko meningkatnya penyakit,” katanya.

    Jaya menjelaskan, kombinasi antara pola makan tinggi kalori dan minim aktivitas fisik dapat memicu obesitas sejak usia dini. Kondisi tersebut menjadi pintu masuk bagi berbagai penyakit kronis yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia.

    Karena itu, Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan gula, garam, dan lemak, serta meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.

    Langkah pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menekan peningkatan kasus diabetes dan hipertensi yang kini semakin banyak menyerang generasi muda.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    Bulan Vitamin A, Dinkes Samarinda Sasar Sekitar 54 Ribu Bayi dan Balita

    Agustus 10, 2026

    Sampah Menumpuk Jadi Pulau di Sungai, BPBD Samarinda Tak Mau Sekadar Geser

    Agustus 10, 2026

    Gaya Hidup Holistik Bantu Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Agustus 9, 2026

    Andi Harun Tegaskan Sanksi RSUD IA Moeis Tak Cukup, Inspektorat Diminta Tindak Lanjuti

    Agustus 9, 2026

    RS Primecare Samarinda Resmi Beroperasi, 95 Persen Tenaga Kerja Warga Lokal

    Agustus 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Nur AjijahAgustus 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Kejurkot Basket Samarinda 2026 Usai, Perbasi Tegaskan Pembinaan Atlet Tak Boleh Berhenti

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    1 2 3 … 3,272 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.