Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Perusahaan Kehutanan Kaltim Diusulkan Jadi Perseroda, Bidik Perdagangan Karbon

    September 7, 2026

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Strategi Kaltim Perangi DBD, Vaksinasi dengan Implementasi Wolbachia
    Diskominfo Kaltim

    Strategi Kaltim Perangi DBD, Vaksinasi dengan Implementasi Wolbachia

    LarasBy LarasJanuari 14, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi vaksinasi DBD bagi anak
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengadopsi pendekatan terpadu dalam melawan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan memprioritaskan vaksinasi anak usia 5-12 tahun dan mengimplementasikan teknologi Wolbachia.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim telah menyiapkan 5.000 dosis vaksin sebagai langkah awal untuk menekan kasus DBD yang meningkat tajam tahun 2024 lalu.

    Kepala Dinkes Kaltim Dokter Jaya Mualimin menyebutkan kelompok anak usia sekolah dasar menjadi fokus utama karena paling rentan terpapar DBD. Berdasarkan data, anak-anak mendominasi pasien yang memerlukan perawatan intensif akibat penyakit ini.

    “Kelompok usia ini mendominasi pasien DBD. Dengan vaksinasi, kami harap kasus dapat ditekan secara signifikan,” kata Jaya, Senin, 13 Januari 2025.

    Selain vaksinasi, inovasi berbasis teknologi Wolbachia turut diluncurkan untuk mengendalikan populasi nyamuk penyebab DBD.

    Setelah berhasil diuji coba di Bontang, program ini mulai diperluas ke Balikpapan. Teknologi Wolbachia menggunakan bakteri untuk menghentikan penyebaran virus DBD melalui nyamuk.

    “Kami melihat hasil positif di Bontang. Uji coba di Balikpapan diharapkan memberikan dampak serupa,” jelasnya.

    DBD masih menjadi ancaman serius di Kaltim. Tahun lalu, tercatat lonjakan kasus mencapai 10.000, jauh di atas rata-rata tahunan 5.000 kasus.

    Meski demikian, tingkat kematian berhasil ditekan menjadi 0,21 persen berkat berbagai intervensi, termasuk pembersihan lingkungan dan upaya pencegahan lainnya.

    Dinkes optimistis vaksinasi ini akan memberikan hasil yang cepat. Vaksin DBD memiliki keunggulan unik karena mampu menciptakan imunitas dalam tiga bulan setelah penyuntikan.

    Namun, tantangan tetap ada, mengingat vaksin ini belum masuk dalam program nasional sehingga memerlukan dukungan biaya dari fasilitas kesehatan.

    “Dinkes Kaltim terus mendorong agar vaksin DBD menjadi bagian dari program nasional, sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmatinya tanpa beban biaya,” tuturnya.

    Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga siap menambah anggaran jika diperlukan untuk memperluas cakupan vaksinasi dan memastikan keberlanjutan teknologi Wolbachia.

    “Kami harap strategi ini dapat mengurangi risiko KLB seperti tahun lalu dan melindungi masyarakat Kaltim secara keseluruhan memulai tahun yang baru,” pungkasnya.

    DBD Dinkes Kaltim Pemprov Kaltim Teknologi Wolbachia
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    Pemprov Kaltim Perketat Aturan Karhutla, Celah Pembakaran Jadi Perhatian

    September 6, 2026

    Seno Aji Bawa Semangat Pembinaan Pencak Silat Kaltim ke Rakernas IPSI 2026

    September 5, 2026

    Kemarau Panjang Bikin Mahulu Waspada, Pemprov Kaltim Salurkan 52 Ton Beras

    September 5, 2026

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Kaltim Terbaik l Regional Kalimantan untuk Akses Pendidikan dan Kualitas Kesehatan

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Perusahaan Kehutanan Kaltim Diusulkan Jadi Perseroda, Bidik Perdagangan Karbon

    R’syaSeptember 7, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Perusahaan Daerah Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diusulkan berubah bentuk menjadi PT…

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Kabut Asap, SDN 007 Samarinda Ulu Perkuat Imbauan Penggunaan Masker bagi Siswa

    September 7, 2026

    Fraksi PKS Desak DPRD Kaltim Bongkar Akar Masalah Antrean BBM

    September 7, 2026
    1 2 3 … 3,325 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.