Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim
    Pemerintah

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    IraBy IraJuni 18, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat (Dok/Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang membentang di area seluas sekitar1,8 juta hektare.Proses penetapan, sebagai Geopark Nasional memasuki tahap akhir.

    Verifikasi lapangan oleh tiga tim verifikator dijadwalkan berlangsung pada 6–10 Juli 2026.

    Jika lolos, kawasan karst purba yang membentang di Kabupaten Berau dan Kutai Timur itu, akan menjadi pintu menuju pengakuan yang lebih tinggi, yakni UNESCO Global Geopark.

    Selain memiliki pegunungan karst purba dan ratusan gua, dengan lukisan cadas prasejarah. Kawasan ini juga menyimpan beragam spesies endemik, serta kekayaan budaya yang masih terjaga.

    Pemerintah daerah menaruh harapan besar, terhadap keberadaan geopark. Sebagai fondasi pengembangan, pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Timur.

    Bukan hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Kepala Dinas Pariwisata Berau, Yudha Budhisantoso, mengatakan sebagian besar geosite yang berada di wilayah Berau. Telah dikembangkan, menjadi destinasi wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

    Dari total 26 geosite yang masuk dalam kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, sebanyak 15 berada di Kabupaten Berau.

    Salah satu yang paling berkembang, adalah Labuan Cermin yang kini menjadi penyumbang terbesar retribusi sektor pariwisata daerah.

    “Tentu kami menyambut baik peningkatan status menjadi Geopark Nasional, karena akan memperkuat branding kawasan. Menjaga keberlanjutan, sekaligus melibatkan masyarakat dalam pelestarian budaya dan lingkungan,” ujar Yudha kepada media di Samarinda, Rabu, 17 Juni 2026.

    Selain Labuan Cermin, sejumlah lokasi lain seperti Sumber Air Panas Pemapak dan Pulau Kakaban di Maratua. Juga, terus didorong pengembangannya.

    Namun khusus Pulau Kakaban, pengelolaannya masih memerlukan kolaborasi, dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur karena masuk dalam wilayah pulau kecil yang menjadi kewenangan provinsi.

    Menurut Yudha, pengembangan pariwisata di kawasan geopark tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan.

    Pemerintah Kabupaten Berau juga bekerja sama dengan Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM) untuk menyusun kajian pengembangan destinasi yang tetap mengedepankan aspek konservasi dan pelestarian budaya.

    “Ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan budaya harus berjalan beriringan. Itu yang sedang kami siapkan dalam pengembangan kawasan geopark,” katanya.

    Dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, menegaskan, sektor pariwisata telah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah dalam beberapa tahun terakhir.

    Menurutnya, kehadiran status geopark akan memperkuat posisi Sangkulirang-Mangkalihat sebagai destinasi unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

    “Berbagai upaya penguatan sumber daya manusia dan pengembangan destinasi wisata terus dilakukan. Label geopark diyakini akan memperkuat daya tarik kawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara, Senior Manajer Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Niel Makinuddin, menjelaskan bahwa konsep geopark bukan sekadar tentang bentang alam atau warisan geologi.

    Geopark, merupakan pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Ia menyebut, terdapat tiga pilar utama geopark, yakni konservasi, pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, serta riset dan edukasi. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam pengelolaan kawasan Sangkulirang-Mangkalihat yang memiliki kekayaan geologi, hayati, dan budaya yang sangat besar.

    “Geopark ini merupakan bagian dari transisi ekonomi, dari yang sebelumnya bertumpu pada sumber daya ekstraktif menuju ekonomi kreatif dan berkelanjutan,” kata Niel.

    Menurut dia, pariwisata berbasis masyarakat menjadi salah satu fokus utama pengembangan kawasan. Masyarakat di kampung-kampung sekitar geopark diharapkan menjadi pelaku utama, mulai dari penyedia homestay, pemandu wisata, hingga pengelola usaha lokal.

    Dengan potensi tersebut, penetapan Geopark Nasional dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan kawasan sekaligus membuka peluang pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Timur.

    Setelah pengakuan nasional diraih, Sangkulirang-Mangkalihat akan dipersiapkan menuju UNESCO Global Geopark sebagai pengakuan dunia atas kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.