Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Sri Wahyuni Minta Penanganan Stunting Lebih Terukur dan Terarah
    Diskominfo Kaltim

    Sri Wahyuni Minta Penanganan Stunting Lebih Terukur dan Terarah

    Adit MustafaBy Adit MustafaSeptember 11, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sekda Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni di Hotel Mercure Samarinda, Senin (11/9/2023).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni membahas permasalahan stunting dalam Pengukuhan Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Kalimantan Timur tahun 2022-2025 di Hotel Mercure Samarinda, Senin (11/9/2023).

    Sri Wahyuni menekankan pentingnya penanganan stunting dan kemiskinan di Kaltim.

    “Ini bukan hal kecil ya. Tadi di dewan disampaikan, di Kalimantan Timur ada tiga daerah dengan APBD besar tapi angka kemiskinan dan stunting ini juga besar. Nah ini jadi perhatian kita,” tegasnya.

    Ia mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengalokasikan dana dalam penanganan stunting dan kemiskinan, namun dengan catatan harus terukur dan terarah.

    “Kita di provinsi sedang membuat peta geospasial untuk angka stunting yang tersebar di 10 kabupaten kota. Dengan peta geospasial, kita akan petakan kemudian kita akan komunikasi kabupaten kota. Intervensinya itu harus bersama-sama,” jelasnya.

    Sekda juga menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi dalam penanganan stunting.

    “Ketika daerah yang memiliki warga yang terkena stunting, tetapi posyandu di daerah tersebut tidak aktif, anak-anak yang menderita stunting tidak mendapatkan bantuan yang diperlukan,” tuturnya.

    Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam percepatan penanganan stunting dan penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Timur.

    “Kami siap mendukung itu, bapak ibu sekda. Tapi tentu kita perlu suara yang sama terkait penanganan stunting dan penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Timur,” tambahnya.

    Sri Wahyuni optimis bahwa dengan kenaikan APBD tahun depan, ekonomi Kalimantan Timur akan semakin membaik, angka stunting akan menurun, dan angka kemiskinan akan turun seiring dengan terus terkendalinya inflasi.

    Forsesdasi Sekda Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Beban Pertahankan Juara Umum, 57 Kafilah Kaltim Jalani TC Sebulan di Jakarta

    Agustus 9, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    Agustus 6, 2026

    Pemerintah Pusat Nunggak Kurang Salur Dana Transfer sekitar Rp2 Triliun, Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu

    Agustus 3, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    AminahSeptember 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ada lebih dari 20 ribu anak di Kalimantan Timur (Kaltim) yang masih…

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.