Insitekaltim, Jakarta – Keikutsertaan Kafilah Kalimantan Timur (Kaltim) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kualitas pendidikan Al-Qur’an dan mencetak generasi berprestasi yang berkarakter.
Sebanyak 56 peserta yang tergabung dalam kafilah Kaltim resmi dilepas untuk mengikuti perhelatan nasional tersebut dengan membawa semangat meningkatkan kapasitas keilmuan, pemahaman nilai-nilai Islam, serta menjaga tradisi prestasi daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, yang mengikuti acara pelepasan secara daring dari Yayasan Pamentas, Jakarta Rabu, 9 September 2026.
Ia menegaskan MTQ merupakan wadah pembinaan pendidikan keagamaan yang memiliki dampak luas bagi pembentukan sumber daya manusia.
“Tentu tidak mudah bagi kafilah Kaltim yang tugas utamanya tidak hanya meningkatkan kualitas performa, tetapi juga berupaya untuk mempertahankan juara,” ujar Sri Wahyuni.
Menurutnya, seluruh rangkaian pembinaan yang dijalani peserta melalui training center bukan sekadar persiapan menghadapi perlombaan, melainkan proses pendidikan yang membentuk kemampuan, kedisiplinan, serta karakter para kafilah.
“Proses yang sudah dilalui selama ini bukan sekedar sebuah proses, tetapi ada capaian dan hasil yang ingin diraih bersama. Para kafilah telah menyelesaikan rangkaian proses training center dan sekarang saatnya berjuang di arena kompetisi yang sesungguhnya,” katanya.
Sri Wahyuni menjelaskan, keberhasilan Kalimantan Timur meraih prestasi pada MTQ Nasional tahun 2024 dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) tahun 2025 menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan Al-Qur’an di daerah terus berjalan dengan baik.
Capaian tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak dan etika yang baik.
“Mudah-mudahan di Jawa Tengah nanti Kaltim juga akan mengukir prestasi lewat penampilannya yang tidak hanya memukau, tetapi juga disegani baik dari sisi kualitas tampilan maupun dari sisi adab dan akhlaknya,” harap Sri.
Tambahnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik atau prestasi semata, melainkan juga dari pembentukan karakter dan kesehatan mental peserta didik.
Karena itu, para kafilah diminta menjaga kondisi fisik dan psikologis selama mengikuti perlombaan agar mampu memberikan penampilan terbaik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus memperkuat pembinaan tilawah dan pemahaman Al-Qur’an sebagai bagian dari investasi pendidikan jangka panjang.
Melalui ajang MTQN XXXI, Kaltim berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berdaya saing, serta siap menjadi bagian dari pembangunan daerah dan bangsa.

