Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026

    Sambut Tahun Ajaran Baru, Praktisi Pendidikan Desak MPLS Digital Bebas Perundungan

    Juli 9, 2026

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Sambut Tahun Ajaran Baru, Praktisi Pendidikan Desak MPLS Digital Bebas Perundungan
    Pendidikan

    Sambut Tahun Ajaran Baru, Praktisi Pendidikan Desak MPLS Digital Bebas Perundungan

    SittiBy SittiJuli 9, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi suasana MPLS di era digital (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak bagi ribuan siswa baru dijadwalkan bergulir pada 13 Juli 2026. Memasuki era digital yang kian kompleks, sekolah-sekolah dituntut merombak total format orientasi klasik demi mengantisipasi ancaman baru berupa perundungan siber serta tekanan mental pada remaja.

    Teks: Praktisi Pendidikan Dr. Abdul Rozak Fahrudin (Dokpri)

    Praktisi Pendidikan Abdul Rozak Fahrudin mengingatkan, MPLS tidak boleh lagi sekadar berjalan seadanya atau terjebak dalam formalitas pengenalan fasilitas fisik sekolah.

    Mengacu pada Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru, esensi orientasi wajib mengedepankan iklim ramah anak dan penguatan karakter.

    “Tantangan di tahun 2026 ini jauh lebih kompleks. Anak-anak datang dengan gawai di tangan dan terpapar informasi yang sangat cepat, namun di sisi lain mereka juga menjadi sangat rentan terhadap perundungan siber dan tekanan mental. Karena itu, MPLS harus dirancang sebagai ruang aman pertama bagi siswa untuk tumbuh,” ujar Abdul Rozak kepada Insitekaltim, Kamis, 9 Juli 2026.

    Berdasarkan evaluasi dunia pendidikan, paradigma lama MPLS yang kerap diidentikkan dengan aktivitas perpeloncoan, tugas tidak rasional, serta atmosfer intimidatif dari senior kini harus dipangkas habis.

    Sekolah didorong memanfaatkan momentum ini untuk mendeklarasikan gerakan Zero Bullying secara konkret di lingkungan pendidikan.

    Metode penyampaian materi juga dituntut beralih dari ceramah satu arah menjadi forum aktif seperti talkshow, lokakarya, hingga simulasi edukatif. Komisi penyelenggara disarankan melibatkan psikolog dan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memetakan mitigasi kekerasan verbal maupun digital.

    “MPLS itu bukan untuk menguji mental, melainkan untuk menguatkan mental siswa,” kata Rozak.

    Selain edukasi kesehatan mental, literasi digital menjadi materi krusial yang wajib diberikan kepada siswa baru. Di tengah masifnya penggunaan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) dan media sosial, siswa perlu dibekali kemampuan menyaring informasi serta pemahaman konsekuensi hukum terkait jejak digital.

    Tuntutan pelaksanaan MPLS yang humanis tidak hanya datang dari kalangan praktisi, melainkan juga menjadi desakan utama dari para orang tua murid. Wali murid berharap sekolah mampu menjamin pengawasan ketat guna mengeliminasi praktik senioritas berlebihan di luar lingkaran pengawasan guru.

    Guna memastikan transparansi kegiatan harian, kolaborasi antara sekolah dan orang tua kini diperketat melalui integrasi saluran komunikasi digital terpadu selama masa orientasi berlangsung.

    “Kami ingin siswa menyelesaikan masa MPLS dengan membawa tiga hal utama keberanian, keilmuan, dan empati. Pada akhirnya, mendidik anak tidak bisa hanya mengandalkan durasi tujuh jam di sekolah. Perlu ada sinergi dan komunikasi yang terbuka antara guru di kelas dengan orang tua di rumah,” tutur Rozak

    Melalui standarisasi MPLS 2026 yang berbasis pada rasa aman dan penghargaan terhadap potensi individu, institusi pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki ketahanan moral dan mental dalam menghadapi ekosistem digital.

     

    Abdul Rozak Fahrudin Pendidikan Sekolah Tahun Ajaran Baru
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Dominasi Lulusan Olahraga Warnai Yudisium IKIP PGRI Kaltim, Cetak Guru Berkarakter untuk Era IKN

    Juli 8, 2026

    74,4 Persen Orang Tua Paham Alur SPMB 2026, Kelompok Pendidikan Rendah Masih Terkendal

    Juli 8, 2026

    433 Kursi SMPN di Samarinda Masih Kosong, Terbanyak di Palaran dan Samarinda Utara

    Juli 7, 2026

    Bantah Dugaan Kecurangan, Diskominfo Samarinda Siap Buka Log Server untuk Pembuktian

    Juli 6, 2026

    Siswa Mutasi dan Telat Daftar Masih Bisa Masuk SMP Negeri, Ini Syaratnya

    Juli 3, 2026

    Disdikbud Samarinda Sebut 32 Siswa Aduan TRC PPA Belum Tentu Masuk SMP Negeri Dekat Rumah

    Juli 3, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    R’syaJuli 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memperketat seleksi terhadap belanja pengadaan…

    Sambut Tahun Ajaran Baru, Praktisi Pendidikan Desak MPLS Digital Bebas Perundungan

    Juli 9, 2026

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026
    1 2 3 … 3,201 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.