Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sambut September, Hotel Claro Pandurata Samarinda Tebar Beragam Promo Menarik

    September 3, 2026

    Andi Harun Soroti Temuan BPK Berulang, Dorong Sistem APBD Terintegrasi

    September 3, 2026

    Bukan Sekadar Penghargaan, Andi Harun Ingin ASN Award Bentuk Budaya Kinerja

    September 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»74,4 Persen Orang Tua Paham Alur SPMB 2026, Kelompok Pendidikan Rendah Masih Terkendal
    Pendidikan

    74,4 Persen Orang Tua Paham Alur SPMB 2026, Kelompok Pendidikan Rendah Masih Terkendal

    AminahBy AminahJuli 8, 2026Updated:Juli 8, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Orang tua mengakses laman SPMB 2026 untuk memantau proses pendaftaran anak secara daring. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Mayoritas orang tua murid menilai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 relatif mudah dipahami. Hasil survei terbaru Lembaga KedaiKOPI mencatat 74,4 persen responden mengaku tidak menemukan hambatan berarti dalam memahami alur pendaftaran yang sebagian besar dilakukan secara daring.

    Kendati persentase pemahaman cukup tinggi, pelaksanaan SPMB tahun ini masih menyisakan catatan kritis terkait ketimpangan akses informasi teknis serta kendala literasi digital pada kelompok masyarakat tertentu.

    Head of Research Lembaga KedaiKOPI Ashma Nur Afifah membeberkan bahwa persepsi kemudahan ini didominasi oleh kelompok orang tua dengan latar belakang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.

    Sebaliknya, kelompok masyarakat berpendidikan rendah justru menjadi pihak yang paling rentan menghadapi kendala teknis di lapangan.

    “Orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung menghadapi kendala. Survei mencatat 42,1 persen responden pada kelompok tersebut mengaku proses pendaftaran SPMB masih terasa sulit,” ujar Ashma saat memaparkan hasil survei daring yang melibatkan 585 orang tua murid tersebut, Selasa, 7 Juli 2026.

    Bagi kelompok responden yang menilai sistem penerimaan tahun ini mudah, kesederhanaan alur pendaftaran menjadi indikator kepuasan utama dengan persentase mencapai 38,9 persen.

    Faktor pendukung lainnya meliputi kejelasan jadwal di situs web resmi 33,6 persen serta kepraktisan sistem online yang membuat pendaftar tidak perlu mengantre langsung di sekolah tujuan 30,8 persen.

    Kemudahan memantau status seleksi secara berkala dari rumah juga dinilai memangkas waktu birokrasi, sehingga proses penerimaan dirasa lebih transparan dan cepat dibandingkan sistem manual.

    Di balik indikator kepuasan tersebut, KedaiKOPI menemukan adanya kendala krusial yang berhubungan langsung dengan transparansi dan akurasi data teknis. Masalah pembagian kuota per jalur seleksi serta penentuan jarak zonasi dari rumah ke sekolah menjadi dua komponen utama yang paling banyak dikeluhkan orang tua murid.

    Data survei menunjukkan 33,7 persen responden bingung mengalkulasi kuota di masing-masing jalur penerimaan. Sementara 33 persen lainnya mengaku kesulitan mengukur titik koordinat jarak hunian secara tepat ke sekolah tujuan.

    “Sebanyak 33,7 persen merasa memahami berapa jumlah kuota itu membingungkan, terutama kuota masing-masing jalur. Ada juga kurang dipahaminya itu bagaimana sekolah bisa dengan tepat mengukur jarak dari rumah ke sekolah,” ujarnya.

    Selain masalah jarak, mekanisme penentuan wilayah domisili berdasarkan administrasi kependudukan (30,8 persen) serta tata cara mengajukan sanggahan atau pengaduan resmi (28 persen) turut masuk dalam daftar informasi yang sulit diakses oleh masyarakat awam.

     

    Ashma Nur Afifah Lembaga KedaiKOPI SPMB SPMB 2026
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Distribusi Seragam Gratis di Kaltim Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    September 1, 2026

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sambut September, Hotel Claro Pandurata Samarinda Tebar Beragam Promo Menarik

    IraSeptember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Memasuki September 2026, Hotel Claro Pandurata Samarinda menghadirkan beragam promo menarik bagi masyarakat.…

    Andi Harun Soroti Temuan BPK Berulang, Dorong Sistem APBD Terintegrasi

    September 3, 2026

    Bukan Sekadar Penghargaan, Andi Harun Ingin ASN Award Bentuk Budaya Kinerja

    September 3, 2026

    Tarik Ulur Cabor Berakhir, Porprov Kaltim VIII Tetapkan 59 Cabor

    September 3, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026
    1 2 3 … 3,317 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.