Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Rustam Ingin APBD Perubahan Bontang Digarap Serius
    DPRD Bontang

    Rustam Ingin APBD Perubahan Bontang Digarap Serius

    AminahBy AminahSeptember 6, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kota Bontang Rustam
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang Rustam menyoroti pentingnya perencanaan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Bontang tahun 2024.

    Politikus Partai Golkar itu berharap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memanfaatkan anggaran secara maksimal, terutama setelah adanya peningkatan signifikan.

    APBD Perubahan Kota Bontang telah disahkan dengan total anggaran mencapai Rp3,3 triliun, mengalami kenaikan Rp580 miliar dibandingkan dengan APBD murni yang sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun.

    Meski peningkatan anggaran ini memberi peluang untuk mempercepat pembangunan, Rustam mengingatkan agar OPD tidak hanya fokus pada nominal besar, tetapi pada efektivitas realisasi anggaran.

    “Seharusnya APBD sebelum diketuk, dibahas bersama dan sudah diprediksi habis. Itu gunanya penganggaran,” tegasnya.

    Rustam juga menekankan bahwa jika OPD tidak mampu merealisasikan seluruh anggaran, maka sebaiknya diberikan sesuai kemampuan.

    “Kalau misalkan OPD hanya mampu merealisasikan anggaran Rp500-700 miliar, ya kasih segitu. Sisanya biar jadi Silpa, daripada terbuang percuma,” jelasnya.

    Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) selalu menjadi isu dalam pengelolaan anggaran di tingkat daerah. Menurut Rustam, Silpa dapat muncul karena dua hal efisiensi atau ketidakmampuan merealisasikan anggaran.

    “Silpa itu ada dua sisi positif dan negatif. Silpa positif ya ketika ada efisiensi, tapi Silpa negatif itu berarti program tidak terlaksana,” paparnya.

    Rustam menyoroti bahwa Silpa yang negatif biasanya timbul akibat perencanaan yang kurang matang atau ketidakmampuan OPD dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan.

    Hal ini tidak hanya berdampak pada penundaan pembangunan, tetapi juga merugikan masyarakat yang seharusnya mendapat manfaat dari anggaran tersebut, seperti pembangunan infrastruktur dan program prioritas lainnya.

    “Kita harus pastikan bahwa anggaran yang sudah ada benar-benar digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan dihamburkan dan akhirnya tidak menghasilkan apa-apa, terutama dalam bidang infrastruktur,” kata Rustam.

    Rustam juga menekankan pentingnya pengawasan dalam penggunaan APBD Perubahan 2024. Dengan anggaran sebesar Rp3,3 triliun, ia berharap OPD dapat lebih bertanggung jawab dalam pengelolaannya.

    “Pengawasan yang ketat harus dilakukan agar anggaran yang sudah dialokasikan benar-benar bermanfaat untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bontang,” ujarnya.

    Dia berharap dengan perencanaan yang lebih matang dan pengawasan yang baik, anggaran ini bisa mendorong pembangunan yang lebih signifikan di Bontang.

    “Anggaran harus digunakan untuk program-program prioritas yang nyata, jangan hanya menjadi angka besar tanpa dampak positif bagi masyarakat,” tegas Rustam.

    APBD 2024 OPD Rustam
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026

    Harum Tegaskan Belanja OPD Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

    Juni 23, 2026

    Anggaran Terbatas, ASN Samarinda Diminta Tetap Responsif Layani Masyarakat

    Maret 12, 2026

    Inspektorat Samarinda Audit Lima Oknum OPD Terkait Laporan Pedagang Pasar Pagi

    Maret 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    R’syaSeptember 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur (Kaltim) Titit Lestari…

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026

    Jalan Cendana Samarinda Pusat Jajanan Murah yang Ramai Diserbu Warga

    September 13, 2026

    Karhutla Dekat APT Pranoto, Penerbangan Tetap Normal

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.