Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dukung Konsep Tri City IKN, Samarinda Siapkan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir

    Juni 8, 2026

    Lima Perusahaan di Samarinda Masuk Daftar Merah KLH, DPRD Desak Tindak Lanjut

    Juni 8, 2026

    SPMB Samarinda 2026 Serba Online, Simak Tahapan dan Jalur Pendaftarannya

    Juni 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Rustam Ingin APBD Perubahan Bontang Digarap Serius
    DPRD Bontang

    Rustam Ingin APBD Perubahan Bontang Digarap Serius

    SittiBy SittiSeptember 6, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kota Bontang Rustam
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang Rustam menyoroti pentingnya perencanaan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Bontang tahun 2024.

    Politikus Partai Golkar itu berharap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memanfaatkan anggaran secara maksimal, terutama setelah adanya peningkatan signifikan.

    APBD Perubahan Kota Bontang telah disahkan dengan total anggaran mencapai Rp3,3 triliun, mengalami kenaikan Rp580 miliar dibandingkan dengan APBD murni yang sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun.

    Meski peningkatan anggaran ini memberi peluang untuk mempercepat pembangunan, Rustam mengingatkan agar OPD tidak hanya fokus pada nominal besar, tetapi pada efektivitas realisasi anggaran.

    “Seharusnya APBD sebelum diketuk, dibahas bersama dan sudah diprediksi habis. Itu gunanya penganggaran,” tegasnya.

    Rustam juga menekankan bahwa jika OPD tidak mampu merealisasikan seluruh anggaran, maka sebaiknya diberikan sesuai kemampuan.

    “Kalau misalkan OPD hanya mampu merealisasikan anggaran Rp500-700 miliar, ya kasih segitu. Sisanya biar jadi Silpa, daripada terbuang percuma,” jelasnya.

    Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) selalu menjadi isu dalam pengelolaan anggaran di tingkat daerah. Menurut Rustam, Silpa dapat muncul karena dua hal efisiensi atau ketidakmampuan merealisasikan anggaran.

    “Silpa itu ada dua sisi positif dan negatif. Silpa positif ya ketika ada efisiensi, tapi Silpa negatif itu berarti program tidak terlaksana,” paparnya.

    Rustam menyoroti bahwa Silpa yang negatif biasanya timbul akibat perencanaan yang kurang matang atau ketidakmampuan OPD dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan.

    Hal ini tidak hanya berdampak pada penundaan pembangunan, tetapi juga merugikan masyarakat yang seharusnya mendapat manfaat dari anggaran tersebut, seperti pembangunan infrastruktur dan program prioritas lainnya.

    “Kita harus pastikan bahwa anggaran yang sudah ada benar-benar digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan dihamburkan dan akhirnya tidak menghasilkan apa-apa, terutama dalam bidang infrastruktur,” kata Rustam.

    Rustam juga menekankan pentingnya pengawasan dalam penggunaan APBD Perubahan 2024. Dengan anggaran sebesar Rp3,3 triliun, ia berharap OPD dapat lebih bertanggung jawab dalam pengelolaannya.

    “Pengawasan yang ketat harus dilakukan agar anggaran yang sudah dialokasikan benar-benar bermanfaat untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bontang,” ujarnya.

    Dia berharap dengan perencanaan yang lebih matang dan pengawasan yang baik, anggaran ini bisa mendorong pembangunan yang lebih signifikan di Bontang.

    “Anggaran harus digunakan untuk program-program prioritas yang nyata, jangan hanya menjadi angka besar tanpa dampak positif bagi masyarakat,” tegas Rustam.

    APBD 2024 OPD Rustam
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    Pansus II DPRD Samarinda Jadwalkan Lanjutan Pembahasan Raperda Pasar Rakyat

    April 24, 2026

    Pemkot Samarinda Tegaskan Batas Kepatuhan WFH, Andi Harun: Pelanggaran Naik ke Level Serius

    April 24, 2026

    Evaluasi WFH Capai 94,5 Persen, Wali Kota Samarinda Soroti OPD yang Belum Patuh

    April 24, 2026

    DPRD Samarinda Soroti MBG: Dapur Ditutup, Keluhan Makanan hingga Mekanisme Program Belum Jelas

    April 23, 2026

    Gubernur Kaltim Bungkam Usai Aksi Seharian, Langsung Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan

    April 21, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dukung Konsep Tri City IKN, Samarinda Siapkan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir

    Nur AjijahJuni 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebagai wilayah utama pendukung ibu kota baru, Pemerintah Kota Samarinda terus mempersiapkan berbagai…

    Lima Perusahaan di Samarinda Masuk Daftar Merah KLH, DPRD Desak Tindak Lanjut

    Juni 8, 2026

    SPMB Samarinda 2026 Serba Online, Simak Tahapan dan Jalur Pendaftarannya

    Juni 8, 2026

    Tren Kenaikan Mulai Terlihat, Harga Beras Pasar Segiri Masih Stabil

    Juni 8, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,130 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.