Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Mei 1, 2026

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Anggaran Terbatas, ASN Samarinda Diminta Tetap Responsif Layani Masyarakat
    Pemkot Samarinda

    Anggaran Terbatas, ASN Samarinda Diminta Tetap Responsif Layani Masyarakat

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 12, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana pembahasan penyusunan RKPD Tahun 2027 Misi 5 di kantor BAPPERIDA Kota Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menekankan pentingnya birokrasi yang adaptif dan responsif dalam menjalankan pelayanan publik, terutama di tengah tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.

    Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda Nadya Turisna mengatakan, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Samarinda dituntut mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan maupun kondisi keuangan daerah.

    Menurutnya, ketika terjadi penyesuaian anggaran, maka pemerintah daerah juga harus menyesuaikan program serta kegiatan yang direncanakan sebelumnya.

    “Kalau adaptif itu menyesuaikan kondisi. Misalnya ketika anggaran berubah, maka kegiatan juga harus disesuaikan,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.

    Ia menjelaskan perubahan besaran anggaran menjadi salah satu tantangan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program kerja.

    Sebelumnya, pemerintah daerah menerima anggaran sekitar Rp5,8 triliiun, namun kemudian harus menyesuaikan menjadi sekitar Rp3 triliun, sehingga membuat OPD perlu lebih cermat dalam menentukan program prioritas.

    Meski demikian, Nadya menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, melainkan ASN harus mampu berinovasi serta bekerja lebih kreatif agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.

    Ia menambahkan responsif berarti pemerintah harus tetap cepat menanggapi berbagai kebutuhan maupun keluhan masyarakat, terutama dalam pelayanan publik di berbagai instansi.

    Pelayanan seperti di kecamatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), maupun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tetap harus berjalan optimal.

    Dalam menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah juga mendorong pegawai untuk bekerja lebih efisien.

    Beberapa kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara konvensional kini mulai dialihkan menggunakan metode yang lebih hemat biaya, seperti rapat secara daring maupun konsultasi melalui telepon.

    langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran sekaligus menjaga efektivitas kinerja pemerintah daerah.

    “Sekarang tuntutannya bagaimana inovasi itu dibuat untuk menjawab permasalahan yang terjadi, terutama dalam pelayanan publik,” katanya.

    Melalui strategi tersebut, Pemkot Samarinda berharap pelayanan publik tetap berjalan maksimal dan program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat dapat terus dilaksanakan meskipun dalam kondisi anggaran yang terbatas.

    Dalam kerangka pembangunan daerah, penguatan pelayanan publik juga menjadi bagian dari tema tata kelola pemerintahan yang diusung dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

    Dengan pendekatan tersebut, Pemkot Samarinda berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

     

    Efisiensi Anggaran Nadya Turisna OPD Pemkot Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Andi Harun Buka Alasan Dissenting Opinion di RUPS Bankaltimtara: Soroti Pemberhentian Direksi dan Transparansi Seleksi Komisaris

    April 30, 2026

    Samarinda Targetkan Peringkat Terbaik Program Desa Cantik

    April 29, 2026

    Pemkot Samarinda Dorong Aparatur Jadi Penghasil Data Akurat

    April 29, 2026

    Wawali Samarinda Tekankan Peran Posyandu dalam Percepatan Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    Polemik Izin Gereja di Samarinda, Wawali Saefuddin Minta Cek Ulang Proses Administrasi

    April 27, 2026

    TPA Samarinda Tambah Zona Penampungan, Target Sampah 700 Ton per Hari

    April 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Ratu ArifanzaMei 1, 2026

    Insitekaltim, Bandar Lampung – Kolaborasi tiga organisasi perusahaan media yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers…

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026
    1 2 3 … 3,084 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.