Insitekaltim, Samarinda – Langit yang mulai berwarna jingga menjadi penanda dimulainya aktivitas lain di kawasan Balai Kota Samarinda. Saat jam kerja berakhir, halaman depan kawasan pemerintahan itu justru dipenuhi warga yang datang dengan pakaian olahraga. Ada yang berlari sendiri, berpasangan, hingga berkelompok. Di sela lalu lalang kendaraan, langkah para pelari terus mengisi sore di salah satu ruang publik yang masih menjadi favorit masyarakat Kota Tepian itu.
Meski Samarinda kini memiliki semakin banyak pilihan ruang terbuka untuk berolahraga, Balai Kota tetap memiliki tempat tersendiri di hati warga. Letaknya yang berada di pusat kota membuat kawasan ini mudah dijangkau dari berbagai arah. Tak sedikit pekerja yang langsung mampir setelah pulang kantor, begitu pula mahasiswa dan masyarakat umum yang memanfaatkan waktu menjelang malam untuk berolahraga.
Bagi mereka, jogging bukan sekadar mengejar target jarak atau kecepatan. Aktivitas sederhana itu menjadi cara untuk mengembalikan kebugaran setelah seharian disibukkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Ada yang berlari selama 30 menit, ada pula yang memilih berjalan santai sambil menikmati udara sore.
Suasana yang ramai juga menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran banyak orang yang sama-sama berolahraga menghadirkan semangat yang sulit ditemukan ketika berlari sendirian. Beberapa warga tampak saling menyapa, sebagian lainnya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan putaran berikutnya. Interaksi sederhana itu membuat Balai Kota bukan hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga ruang bertemu dan bersosialisasi.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, jogging menjadi pilihan olahraga yang mudah dilakukan. Tanpa memerlukan peralatan khusus maupun biaya, masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik untuk tetap aktif bergerak. Kebiasaan ini pun perlahan menjadi bagian dari gaya hidup, terutama bagi warga yang memiliki rutinitas padat pada siang hari.
Keberadaan Balai Kota sebagai ruang publik menunjukkan bahwa fasilitas perkotaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat. Ketika sore tiba, kawasan ini bertransformasi menjadi ruang yang hidup, tempat warga meluangkan waktu untuk menjaga kebugaran sekaligus melepas penat.
Matahari perlahan tenggelam, namun langkah para pelari belum berhenti. Sebagian baru memulai putaran, sementara yang lain mengakhiri olahraga dengan berjalan santai. Pemandangan itu menjadi bukti bahwa di tengah hadirnya berbagai pilihan lokasi olahraga di Samarinda, Balai Kota masih tetap menjadi magnet bagi warga yang gemar jogging.
“Lumayan berkeringat walaupun hanya lari-lari kecil. Kami rutin berlari di sini sudah sejak lama,” kata Rey diiyakan Budi, rekannya.
Balai Kota Samarinda sudah sejak puluhan tahun lampau menjadi kawasan jogging yang banyak diminati masyarakat, khususnya sore hari.

