Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tekan Inflasi, BPS Minta Penguatan Komoditas Lokal Harus Berkelanjutan

    July 29, 2026

    Anak-anak Kian Jarang Bergerak, Dispora Sebut Budaya Olahraga Masyarakat Kaltim Masih Rendah

    July 29, 2026

    Kemitraan Enam Tahun dengan Australia Berbuah Apresiasi untuk SD Fastabiqul Khairat

    July 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Tekan Inflasi, BPS Minta Penguatan Komoditas Lokal Harus Berkelanjutan
    Ekonomi

    Tekan Inflasi, BPS Minta Penguatan Komoditas Lokal Harus Berkelanjutan

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuly 29, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Beberapa komoditas yang dijual di Pasar (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penguatan tata kelola komoditas pangan harus dilakukan secara berkelanjutan, agar daerah tidak terus bergantung pada pasokan dari luar.

    Mengingat sesuai Badan Pusat Statistik (BPS) Samarinda, upaya menekan inflasi di Kota Samarinda tidak cukup dilakukan saat harga kebutuhan pokok mulai melonjak.

    Kepala BPS Samarinda Supriyanto mengatakan, pemerintah perlu memiliki program jangka panjang untuk mengembangkan komoditas yang berpotensi diproduksi di daerah.

    Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari deteksi dini dalam menjaga stabilitas harga.

    “Program itu jangan baru dilakukan ketika inflasi terjadi. Harus berjalan terus sebagai upaya pencegahan, karena membangun komoditas itu tidak bisa instan,” ujarnya di Samarinda, Rabu, 29 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, pemerintah perlu memetakan wilayah yang memiliki potensi pengembangan komoditas tertentu, seperti cabai maupun hortikultura.

    Jika hasil uji coba menunjukkan komoditas tersebut layak dikembangkan, maka produksi perlu diperluas sekaligus disiapkan sistem pemasaran yang berkelanjutan.

    Menurut Supriyanto, pengembangan komoditas lokal harus dibarengi dengan perlindungan pasar. Pasalnya, produk lokal kerap kalah bersaing dengan pasokan dari luar daerah yang telah terikat kontrak jangka panjang.

    “Kalau produksi lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan, maka pasokan dari luar bisa dikurangi secara bertahap. Jangan sampai saat panen raya, hasil petani lokal justru tidak terserap karena pasar sudah terikat dengan daerah lain,” katanya.

    Ia menilai persoalan utama bukan pada kemampuan produksi, melainkan tata kelola distribusi dan kepastian pasar bagi petani.

    Tanpa jaminan pembeli, petani cenderung enggan mengembangkan komoditas pangan.

    Supriyanto mencontohkan, banyak petani lebih tertarik menanam kelapa sawit dibanding padi karena komoditas sawit memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.

    “Orang mau menanam sawit karena sudah tahu siapa yang membeli dan harganya jelas. Sementara petani padi sering bingung setelah panen harus menjual ke mana. Jadi persoalannya ada pada tata kelola, bukan semata-mata produksi,” jelasnya.

    Ia juga menilai kota seperti Samarinda tetap dapat membangun ketahanan pangan meski memiliki lahan pertanian yang terbatas.

    Salah satu caranya, menjalin kerja sama atau berinvestasi di daerah penghasil pangan untuk menjamin pasokan kebutuhan masyarakat.

    Menurutnya, pola tersebut telah diterapkan sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, yang memperkuat ketahanan pangan melalui kemitraan dengan daerah produsen.

    Dengan tata kelola yang baik, kepastian pasar bagi petani dapat terjaga, sementara pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil sehingga risiko gejolak inflasi dapat ditekan.

     

    BPS Samarinda Inflasi Samarinda Petani Supriyanto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Ekonomi Samarinda 2025 Melambat Bukan Menurun, Ini Penjelasannya

    July 28, 2026

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    July 27, 2026

    BPBD Kaltim Gandeng Dunia Usaha Percepat Pemulihan Pascabencana

    July 27, 2026

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Harapan Sekolah Anak Samarinda Capai Kuliah, Rata-rata Warga Masih Setara Kelas XI SMA

    July 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    You must be logged in to post a comment.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tekan Inflasi, BPS Minta Penguatan Komoditas Lokal Harus Berkelanjutan

    Nur AjijahJuly 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penguatan tata kelola komoditas pangan harus dilakukan secara berkelanjutan, agar daerah tidak…

    Anak-anak Kian Jarang Bergerak, Dispora Sebut Budaya Olahraga Masyarakat Kaltim Masih Rendah

    July 29, 2026

    Kemitraan Enam Tahun dengan Australia Berbuah Apresiasi untuk SD Fastabiqul Khairat

    July 29, 2026

    Dinkes Kaltim Genjot Cakupan Cek Kesehatan Gratis, Pelajar Jadi Sasaran Prioritas

    July 29, 2026

    Pendaftar Pesantren di Kaltim Menurun, Kemenag Singgung Dampak Rentetan Kasus Kekerasan

    July 29, 2026
    1 2 3 … 3,246 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.