Insitekaltim, Samarinda – Untuk mengantisipasi kebutuhan layanan sekaligus memastikan, pasien tetap mendapatkan akses perawatan yang memadai.
RSUD IA Moeis Samarinda akan menambah kapasitas ruang isolasi untuk pasien tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS dari enam menjadi 10 tempat tidur pada tahun ini.
Direktur RSUD IA Moeis Samarinda dr Osa Rafshodia mengatakan, penambahan kapasitas ruang isolasi menjadi 10 tempat tidur. Akan dilakukan melalui program rehabilitasi ruangan yang dibiayai Pemerintah Kota Samarinda.
Saat ini proyek tersebut, masih dalam tahap review oleh Inspektorat Daerah. Sehingga nilai anggaran final , belum ditetapkan. Meski demikian, proses pekerjaan ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026.
“Anggarannya masih dalam tahap review oleh Inspektorat Daerah. Targetnya pekerjaan mulai Juli dan selesai pada Desember tahun ini,” ungkapnya di Samarinda, Jumat, 5 Juni 2026.
Ia mengatakan, rumah sakit milik Pemerintah Kota Samarinda. Tetap mengedepankan fungsi sosial, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk bagi pasien TBC dan HIV/AIDS.
“Sejauh ini pelayanan TBC dan HIV berjalan baik. Dukungan dari Dinas Kesehatan terkait, obat-obatan juga berjalan baik. Memang sempat ada keterlambatan pengiriman obat TBC dari Kementerian Kesehatan tahun lalu, tetapi selebihnya tidak ada kendala berarti,” katanya.
Saat ini RSUD IA Moeis memiliki, enam tempat tidur khusus ruang isolasi pasien TBC dan HIV/AIDS.
Namun kapasitas tersebut dinilai perlu ditingkatkan karena kerap tidak sebanding dengan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan.
Osa menegaskan, pihaknya tidak akan menolak pasien meskipun kapasitas ruang isolasi penuh.
Kalau kapasitas kita enam tempat tidur tetapi pasiennya delapan, kan tidak mungkin dua pasien dipulangkan.
“Jadi tetap kita rawat dengan menyiapkan ruang lain agar bisa digunakan untuk isolasi,” jelasnya.
Menurut Osa, seluruh rumah sakit di Samarinda sebenarnya dapat menangani pasien TBC dan HIV/AIDS. Namun kapasitas layanan yang dimiliki masing-masing rumah sakit berbeda sehingga tidak jarang pasien dirujuk ke RSUD IA Moeis ketika kapasitas rumah sakit lain telah penuh.

