Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    Agustus 17, 2026

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Dokter Favorit Berpotensi Tingkatkan Risiko Kelelahan, Dapat Mempengaruhi Kualitas Layanan
    Kesehatan

    Dokter Favorit Berpotensi Tingkatkan Risiko Kelelahan, Dapat Mempengaruhi Kualitas Layanan

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuni 5, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi dokter sedang merawat pasien (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penumpukan pasien pada dokter yang dianggap favorit berpotensi meningkatkan risiko kelelahan tenaga medis. Ini pada akhirnya, dapat memengaruhi kualitas layanan dan keselamatan pasien.

    Kebiasaan sebagian masyarakat, yang hanya ingin berobat kepada dokter tertentu. Dinilai, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pelayanan kesehatan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Jaya Mualimin mengatakan, masyarakat sebenarnya tidak perlu khawatir. Jika ditangani dokter lain, yang bertugas di rumah sakit.

    Menurutnya, seluruh dokter yang telah memperoleh izin praktik. Telah melalui proses kredensial dan memiliki standar, kompetensi yang sama sesuai bidang keahlian masing-masing.

    Ia menilai, fenomena dokter favorit tidak jauh berbeda dengan kebiasaan masyarakat. Memilih rumah makan yang ramai, karena dianggap memiliki kualitas lebih baik dibanding tempat lain.

    Padahal, dokter-dokter lain yang bertugas. Juga telah memenuhi standar pelayanan, yang ditetapkan.

    “Pelayanan itu ada standarnya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir kalau ditangani dokter yang lain,” ujarnya di Samarinda Jumat, 5 Juni 2026.

    Menurut Jaya, penumpukan pasien pada satu dokter. Justru dapat memicu kelelahan, akibat tingginya beban kerja. Kondisi tersebut berpotensi, memengaruhi konsentrasi tenaga medis saat memberikan pelayanan kepada pasien.

    “Kalau dokter itu capek tentu ada pengaruhnya. Karena itu jangan sampai masyarakat hanya terpaku pada satu dokter saja,” katanya.

    Selain menyoroti fenomena dokter favorit, Jaya juga mengingatkan, pentingnya pengaturan jam kerja dokter. Terutama bagi tenaga medis, yang memiliki lebih dari satu tempat praktik.

    Ia menilai, dokter perlu menjaga stamina dan waktu istirahat. Agar tetap, dapat memberikan pelayanan secara optimal.

    Jaya menambahkan, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada satu orang dokter.

    Rumah sakit telah menerapkan, standar mutu dan sistem pengawasan untuk memastikan seluruh tenaga medis memberikan pelayanan sesuai kompetensinya.

    Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih terbuka. Dalam memilih dokter dan tidak hanya, berfokus pada nama-nama tertentu.

    Selain membantu pemerataan pelayanan, langkah tersebut juga dapat mengurangi risiko kelelahan, tenaga medis akibat beban kerja yang berlebihan.

    “Dokter yang terlalu lelah ? tentu ada bahaya yang mengintai. Karena itu perlu keseimbangan antara jumlah pasien, jam kerja, dan waktu istirahat agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    R’syaAgustus 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) masih mengupayakan tambahan anggaran…

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026

    Dua Prodi IKIP PGRI Kaltim Masih Buka Pendaftaran hingga September, Ada Gratispol

    Agustus 17, 2026

    Menuju Generasi Emas, IKIP PGRI Kaltim Bekali Mahasiswa dengan Beragam Wawasan

    Agustus 17, 2026
    1 2 3 … 3,281 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.