Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Dokter Favorit Berpotensi Tingkatkan Risiko Kelelahan, Dapat Mempengaruhi Kualitas Layanan
    Kesehatan

    Dokter Favorit Berpotensi Tingkatkan Risiko Kelelahan, Dapat Mempengaruhi Kualitas Layanan

    IraBy IraJuni 5, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi dokter sedang merawat pasien (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penumpukan pasien pada dokter yang dianggap favorit berpotensi meningkatkan risiko kelelahan tenaga medis. Ini pada akhirnya, dapat memengaruhi kualitas layanan dan keselamatan pasien.

    Kebiasaan sebagian masyarakat, yang hanya ingin berobat kepada dokter tertentu. Dinilai, dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pelayanan kesehatan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Jaya Mualimin mengatakan, masyarakat sebenarnya tidak perlu khawatir. Jika ditangani dokter lain, yang bertugas di rumah sakit.

    Menurutnya, seluruh dokter yang telah memperoleh izin praktik. Telah melalui proses kredensial dan memiliki standar, kompetensi yang sama sesuai bidang keahlian masing-masing.

    Ia menilai, fenomena dokter favorit tidak jauh berbeda dengan kebiasaan masyarakat. Memilih rumah makan yang ramai, karena dianggap memiliki kualitas lebih baik dibanding tempat lain.

    Padahal, dokter-dokter lain yang bertugas. Juga telah memenuhi standar pelayanan, yang ditetapkan.

    “Pelayanan itu ada standarnya. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir kalau ditangani dokter yang lain,” ujarnya di Samarinda Jumat, 5 Juni 2026.

    Menurut Jaya, penumpukan pasien pada satu dokter. Justru dapat memicu kelelahan, akibat tingginya beban kerja. Kondisi tersebut berpotensi, memengaruhi konsentrasi tenaga medis saat memberikan pelayanan kepada pasien.

    “Kalau dokter itu capek tentu ada pengaruhnya. Karena itu jangan sampai masyarakat hanya terpaku pada satu dokter saja,” katanya.

    Selain menyoroti fenomena dokter favorit, Jaya juga mengingatkan, pentingnya pengaturan jam kerja dokter. Terutama bagi tenaga medis, yang memiliki lebih dari satu tempat praktik.

    Ia menilai, dokter perlu menjaga stamina dan waktu istirahat. Agar tetap, dapat memberikan pelayanan secara optimal.

    Jaya menambahkan, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada satu orang dokter.

    Rumah sakit telah menerapkan, standar mutu dan sistem pengawasan untuk memastikan seluruh tenaga medis memberikan pelayanan sesuai kompetensinya.

    Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih terbuka. Dalam memilih dokter dan tidak hanya, berfokus pada nama-nama tertentu.

    Selain membantu pemerataan pelayanan, langkah tersebut juga dapat mengurangi risiko kelelahan, tenaga medis akibat beban kerja yang berlebihan.

    “Dokter yang terlalu lelah ? tentu ada bahaya yang mengintai. Karena itu perlu keseimbangan antara jumlah pasien, jam kerja, dan waktu istirahat agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Gratispol Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan, Arah Pembangunan SDM Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

    Ratu ArifanzaSeptember 26, 2026

    Insitekaltim, Jakarta – Kebijakan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperluas akses pendidikan dan kesehatan menjadi sorotan…

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    Api Kembali Muncul di Talang Sari, Diduga Masih Ada Bara Batubara di Dalam Tanah

    September 25, 2026

    Hujan Mulai Guyur Utara dan Barat Kaltim, BMKG Prediksi Penguatan Curah Hujan Oktober–November

    September 25, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026
    1 2 3 … 3,364 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.