Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    September 25, 2026

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Kaltim Meninggal di Tanah Suci, Dua Akibat Serangan Jantung
    Kesehatan

    Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Kaltim Meninggal di Tanah Suci, Dua Akibat Serangan Jantung

    IraBy IraJuni 3, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadinkes Kaltim, Jaya Mualimin diwawancarai di Samarinda, Selasa, 2/6/2026 (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mencatat tiga jemaah haji asal Benua Etam meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji 2026.

    Sebagian besar jemaah yang wafat merupakan kelompok lanjut usia (lansia) dengan riwayat penyakit yang sebelumnya telah terkontrol.

    Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, berdasarkan hasil audit dan laporan tim kesehatan haji, dua dari tiga jemaah yang meninggal diduga akibat serangan jantung. Seluruhnya merupakan jemaah lansia yang memiliki faktor risiko kesehatan.

    “Ada tiga yang meninggal. Dua di antaranya karena serangan jantung. Semuanya lansia,” kata Jaya di Samarinda, Selasa, 2 Juni 2026.

    Meski memiliki riwayat penyakit, Jaya menegaskan kondisi kesehatan para jemaah tersebut sebenarnya telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan terkendali sebelum keberangkatan.

    Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan sebagian jemaah yang wafat memang memiliki penyakit penyerta, namun dalam kondisi terkontrol. Termasuk salah satu jemaah yang memiliki riwayat tuberkulosis (TB) dan telah menyelesaikan pengobatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

    “Saya lakukan audit secara daring. Ternyata yang dilaporkan memang memiliki risiko kesehatan tetapi risikonya terkontrol. Ada yang punya riwayat TB namun pengobatannya sudah selesai,” ujarnya.

    Jaya menilai kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan jemaah. Berdasarkan laporan yang diterimanya, suhu udara di sejumlah lokasi pelaksanaan ibadah haji masih mencapai 45 derajat Celsius.

    Padahal sebelumnya terdapat informasi bahwa musim haji tahun ini diperkirakan menjadi musim haji terakhir dengan cuaca yang relatif lebih sejuk.

    “Ternyata di sana masih panas. Suhunya ada yang mencapai 45 derajat Celsius,” katanya.

    Selain faktor cuaca, aktivitas fisik yang cukup berat selama menjalankan rangkaian ibadah juga menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama kelompok lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

    Salah satu jemaah dilaporkan tiba-tiba pingsan saat hendak melaksanakan salat. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Madinah, sementara kasus lainnya terjadi di Makkah.

    “Ada yang di Madinah, ada yang di Makkah. Semuanya memang memiliki faktor risiko, terutama karena usia lanjut,” tuturnya.

    Ia menambahkan, pihaknya menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk memperketat pemantauan kesehatan jemaah selama berada di Arab Saudi.

    Menurutnya pemeriksaan kesehatan tidak hanya perlu dilakukan terhadap jemaah yang sakit, tetapi juga mereka yang terlihat sehat.

    “Setiap hari harus dicek, bukan hanya yang sakit. Yang sehat juga harus dipantau karena kondisinya bisa berubah tiba-tiba,” jelasnya.

    Selain penyakit jantung, Dinkes Kaltim juga menerima laporan adanya jemaah yang mengalami gangguan paru-paru dan influenza. Salah satu kasus influenza diketahui terjadi pada jemaah yang tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.

    Menurut Jaya, penyakit jantung dan paru-paru menjadi dua gangguan kesehatan yang paling perlu diwaspadai selama pelaksanaan ibadah haji karena tingginya aktivitas fisik dan kondisi lingkungan yang ekstrem.

    Meski terdapat tiga jemaah yang meninggal dunia, Jaya menyebut angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan pelaksanaan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya.

    “Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah jemaah yang meninggal tahun ini masih relatif sedikit,” terangnya.

    Dinkes Kaltim berharap jumlah tersebut tidak bertambah hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.

    “Kita terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap jemaah yang masih berada di Tanah Suci,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    Pembuluh Darah Bisa Menyempit Diam-Diam, Ini Penyebab dan Risikonya

    September 22, 2026

    Jalan Sedikit Sudah Tersengal? Waspadai Tanda Gagal Jantung

    September 21, 2026

    Kunjungan Poli Jantung RSUD IA Moeis Tembus 1.100, Klinik Gagal Jantung Diperkuat

    September 20, 2026

    Beban Penyakit Jantung Tinggi, RSUD IA Moies Samarinda Siapkan Layanan Khusus

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Medan Sulit dan Sungai Surut, Distribusi Bantuan Pangan ke Mahulu Tak Bisa Sekali Angkut

    IraSeptember 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penyaluran cadangan pangan pemerintah ke wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya…

    Hujan Kembali Guyur Kaltim, Warga Sambut Lega Setelah Kemarau

    September 25, 2026

    Porprov Kaltim Tinggal 50 Hari, Dispora Minta THB Segera Didistribusikan

    September 25, 2026

    Terowongan Samarinda Tinggal Tunggu Rekomendasi Ahli, Operasional Ditarget Akhir Tahun

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026
    1 2 3 … 3,363 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.