Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    April 20, 2026

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»RSUD AWS Siapkan Ruang Isolasi Untuk Pasien Terduga Virus Corona
    Daerah

    RSUD AWS Siapkan Ruang Isolasi Untuk Pasien Terduga Virus Corona

    AdminBy AdminJanuari 27, 202003 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Wabah 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau Virus Corona telah menyebar di 10 negara. Data tersebut dihimpun dari World Health Organization (WHO) dimana dari 10 negara tersebut 4 diantaranya berada di Asia Tenggara.
    Hal itu membuat sejumlah rumah sakit di Indonesia melakukan antisipasi, salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS), Samarinda.
    Meski belum menjadi situasi darurat, pihak rumah sakit rujukan di Samarinda itu telah melakukan persiapan dengan menyiapkan ruangan isolasi khusus pasien yang diduga terjangkit virus corona.
    “Karena kasus ini sifatnya emerging disease, sesuai standar kami harus siapkan ruang perawatan khusus dimana perlakuannya memang berbeda, ada ruangan yang disebut ruang suspect,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD AWS Samarinda, Dr. Nurliana Adriati Noor saat konferensi pers di RSUD AWS, Senin (27/1/2020).

    Nurliana menyampaikan, saat ini fokus pasien terduga corona virus akan ditempatkan di satu ruang tersendiri nantinya.
    “Pasien akan mendapatkan evaluasi ketat selama 24 jam untuk melihat apakah pasien masih suspect atau terkonfiirmasi (positif),” terangnya.
    Dari prosedur rumah sakit, RSUD AWS telah menyiapkan 4 tempat tidur untuk kasus suspect.
    “Setelah pasien yang diduga terjangkit akan mendapatkan serangkaian pemeriksaan, jika betul terinfeksi maka akan dipindahkan ke ruang terkonfirmasi,” lanjutnya.
    Selain ruangan, persiapan lain yang dilakukan rumah sakit tentunya alat khusus yang sesuai standar, seperti masker dan baju khusus untuk penanganan pasien terjangkit virus menular.

    “Standar untuk pelayanan rumah sakit juga khusus ya, baik yang suspect maupun terkonfirmasi. Peralatan ini sudah dimiliki rumah sakit AWS, termasuk masker juga tidak seperti yang ramai digunakan, tetapi yang spesifik, yaitu N95. Ada baju seperti astronot untuk perawat, jadi memang petugas harus tertutup secara optimal,” jelasnya.
    Lebih lanjut, Nurliana sebut tim tenaga medis rumah sakit untuk penanganan corona virus sudah dibentuk oleh direktur RSUD AWS yang terdiri dari berbagai dokter spesialis.
    “Untuk tenaga perawat yang berada di ruang isolasi adalah petugas yang sudah terlatih untuk kondisi emerging disease. Sumber daya manusia (SDM) semua kami libatkan karena penyakit ini memang ramanhnya menyerang ke saluran pernafasan,” katanya.
    Leader tim tersebut ialah dokter spesialis paru, kemudian ada dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak dan spesialis anastesi.
    “Karena kalau sudah kasus berat perlu dilakukan tindakan preventif maupun penanganan lanjut pasien,” tambahnya.
    Diketahui bahwa virus yang telah menjangkit warga Wuhan di China ini adalah jenis virus baru dan pertama kali dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2019. Dalam situasi darurat, kondisi ini disebut emerging infectious disease (EIDs), yaitu penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya, atau telah ada sebelumnya namun meningkat dengan sangat cepat, baik dalam hal jumlah kasus baru di dalam suatu populasi, atau penyebaranya ke daerah geografis yang baru. Kebanyakan penyakit ini muncul dari seekor hewan dan menginfeksi manusia.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Menaker Genjot Pelatihan Vokasi Nasional 2026

    April 20, 2026

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    Prabowo Terima Kritik, Dorong Peran Devil’s Advocate untuk Uji Kebijakan

    Maret 20, 2026

    Prabowo Soroti Budaya Laporan Asal Bapak Senang, Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

    Maret 20, 2026

    Hilal Tak Terpantau di 170 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H di Hari Sabtu

    Maret 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pengamanan Besar-besaran di Samarinda, 2.263 Aparat Kawal Aksi Unjuk Rasa

    Andika SaputraApril 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aparat gabungan dari TNI dan Polri menyiapkan pengamanan skala besar menjelang rencana…

    4.500 Massa Diperkirakan Turun, Kesbangpol Samarinda Pastikan Kota Tetap Kondusif

    April 20, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026
    1 2 3 … 3,064 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.