Insitekaltim, Samarinda – Menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar pada Selasa, 21 April 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memastikan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan guna menjaga kondusivitas daerah.
Kepala Kesbangpol Kota Samarinda Yosua Laden menyampaikan, pihaknya telah menerima informasi terkait rencana aksi yang melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kota Tepian.
Menurut Yosua, berdasarkan data yang masuk, jumlah massa yang diperkirakan akan turun mencapai sekitar 4.500 orang. Meski demikian, pihaknya berharap jumlah tersebut tidak sebanyak yang dilaporkan, mengingat aksi akan berlangsung pada hari kerja, di mana masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, termasuk anak-anak yang bersekolah.
“Informasinya memang masih akan turun, dengan jumlah yang terdaftar sekitar 4.500 orang. Tapi kami berharap tidak sebanyak itu, karena ini juga hari kerja dan banyak aktivitas masyarakat yang harus tetap berjalan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bapperida Kota Samarinda, Senin, 20 April 2026.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Yosua menilai kondisi cuaca panas berpotensi memicu emosi peserta aksi jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Dalam rangka memastikan keamanan, Kesbangpol telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, ormas, serta instansi terkait lainnya. Imbauan juga telah disampaikan agar pelaksanaan aksi dapat berjalan secara tertib dan damai tanpa adanya tindakan anarkis.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak keamanan dan juga ormas, agar pelaksanaan besok bisa berjalan aman dan tertib. Kami juga menghimbau kepada aparat agar tidak terpancing dan tidak melakukan tindakan represif, karena itu bisa memicu situasi yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut disiagakan untuk mendukung kelancaran aksi. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Perhubungan (Dishub) telah diminta untuk standby guna mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan.
Tidak hanya itu, Kesbangpol juga menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk turut berperan dalam menjaga situasi tetap damai. FKUB diminta menyampaikan doa di masing-masing rumah ibadah agar pelaksanaan aksi berjalan lancar dan tidak menimbulkan konflik.
“Kami juga sudah menyampaikan kepada FKUB agar setiap agama dapat mendoakan pelaksanaan aksi besok, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan semuanya bisa berjalan dengan baik,” tutup Yosua.
Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, pemerintah berharap aksi unjuk rasa dapat berlangsung damai tanpa mengganggu stabilitas dan aktivitas masyarakat di Kota Samarinda.

