Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Juli 22, 2026

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan
    Politik

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 20, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi saat diwawancarai sejumlah wartawan (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang terjadi pada April 2026 mulai memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada perekonomian.

    Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi menilai, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap harga barang dan jasa di masyarakat.

    Berdasarkan penyesuaian terbaru, sejumlah jenis BBM mengalami lonjakan signifikan. Pertamax Turbo naik drastis menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350. Pertamina Dex juga melonjak ke angka Rp24.450 per liter dari sebelumnya Rp14.800, sementara Dexlite meningkat tajam menjadi Rp24.150 per liter dari sebelumnya Rp14.500.

    Di sisi lain, BBM jenis Pertamax terpantau tetap stabil di angka Rp12.600 per liter. Harga Pertamax di Pertashop juga tidak mengalami perubahan, masih berada di kisaran Rp12.500 per liter.

    Menurut Iswandi, kenaikan tersebut sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya, mengingat keterbatasan pemerintah dalam mempertahankan subsidi energi dalam jangka panjang.

    “Cepat atau lambat ini akan terjadi. Pemerintah tidak bisa terus menahan beban subsidi,” ujarnya, Senin 20 April 2026.

    Ia menjelaskan sektor transportasi menjadi yang paling terdampak karena memiliki kontribusi besar terhadap biaya produksi. Dalam dunia usaha, biaya transportasi bahkan bisa menyumbang sekitar 30 persen dari harga pokok produksi.

    “Kalau BBM naik otomatis biaya distribusi ikut naik. Itu yang kemudian berdampak ke harga barang,” jelasnya.

    Dampak tersebut lanjutnya, tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat secara luas melalui potensi kenaikan harga kebutuhan pokok serta tekanan inflasi.

    Selain itu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang mulai terlihat pasca kenaikan harga. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kepanikan hingga praktik penimbunan, meski umumnya hanya bersifat sementara.

    “Antrean harus ditertibkan. Penimbunan biasanya tidak bertahan lama, tapi tetap perlu diawasi,” katanya.

    Iswandi menegaskan pentingnya penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran khususnya bagi sektor transportasi, agar dampak kenaikan tidak semakin meluas.

    Ia juga menyinggung keberadaan penjualan BBM eceran atau “pom mini” yang hingga kini belum memiliki penataan yang jelas. DPRD masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah terkait regulasi tersebut.

    “Kami menunggu dari eksekutif. Kalau ada usulan aturan, tentu akan kami bahas,” tegasnya.

    Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang berpotensi mengalami tekanan akibat kenaikan harga energi.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    Juli 21, 2026

    PDIP Tetap Dorong Hak Angket, Samsun: Kalau Rugikan Rakyat Harus Dijalankan

    Juli 20, 2026

    Data Partai Politik di Kaltim Dimutakhirkan, KPU Mulai Validasi Berkelanjutan

    Juli 19, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Mandek, Pengamat: Diduga Sengaja Diulur hingga Publik Lelah

    Juli 18, 2026

    IKN Dikebut Menuju Ibu Kota Politik 2028, Otorita Evaluasi Seluruh Proyek Strategis

    Juli 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Antrean SPBU Dinilai Dipicu Selisih Harga BBM, Dishub Usulkan Penataan Distribusi Pertalite

    Nur AjijahJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)…

    APBD Dinilai Tak Sanggup Biayai Jembatan Kudungga, Pemerintah Harus Kejar Dana APBN

    Juli 22, 2026

    Musim Kemarau Bergeser, Kaltim Waspadai Lonjakan Karhutla hingga November

    Juli 22, 2026

    Guru Kaltim Bisa Kuliah S2-S3 Tanpa Bayar UKT, Pemprov Prioritaskan Tenaga Pendidik

    Juli 22, 2026

    Rudy Mas’ud: Sengketa SMAN 10 Usai, Kini Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,231 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.