Insitekaltim, Samarinda – Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, melainkan juga menjadi ruang untuk membangun kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial generasi muda di tengah ancaman perubahan iklim.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi ruang membangun kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial,” ujar Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud pada acara Penanaman Mangrove dan Peluncuran Gerakan Sekolah ASRI pada Milad ke-109 Aisyiyah di SMA Negeri 8 Balikpapan, Jumat, 5 Juni 2026.
Harum, sapaan akrabnya menyoroti pentingnya pelestarian mangrove sebagai salah satu solusi alami menghadapi perubahan iklim.
Ia menyebut, satu hektare mangrove mampu menyimpan hingga 1.000 ton karbon sehingga berperan besar dalam menekan emisi, melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Ia pun meyakini Benua Etam memiliki potensi besar dalam mendukung agenda perdagangan karbon yang saat ini menjadi perhatian dunia.
“Kami berharap Indonesia bisa menjadi barometer dunia untuk carbon trading dan Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk itu,” tuturnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikmen) Abdul Mu’ti menyampaikan, penanaman mangrove ini bukan sekadar simbolis, tetapi memiliki manfaat nyata bagi lingkungan.
Selain menjaga ekosistem laut dan mencegah abrasi, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadapi krisis energi dan perubahan iklim.
“Indonesia harus mulai menyiapkan energi terbarukan dan membangun budaya hidup ramah lingkungan,” tegasnya.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menambahkan, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan baik yang akan menentukan karakter bangsa di masa depan. Kebiasaan menjaga kebersihan, merawat lingkungan dan menanam pohon menjadi fondasi pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Gerakan Sekolah ASRI dihadirkan untuk memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret membangun generasi yang peduli lingkungan melalui kebiasaan sederhana seperti mengurangi sampah plastik, menanam pohon dan menggunakan air secara bijak.

