Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Rencana Penangkaran Buaya Sangatta Jadi Wisata Edukatif Mendapat Dukungan DPRD Kaltim
    DPRD Kaltim

    Rencana Penangkaran Buaya Sangatta Jadi Wisata Edukatif Mendapat Dukungan DPRD Kaltim

    SittiBy SittiMei 4, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Agusriansyah Ridwan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Indonesia tercatat sebagai negara dengan konflik tertinggi antara buaya dan manusia di dunia. Data Garda Animalia mencatat 475 kasus terjadi dalam kurun 2014–2023, dengan Kalimantan Timur (Kaltim) berada di posisi kedua tertinggi nasional sebanyak 83 kasus.

    Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu kabupaten dengan frekuensi serangan yang kerap terjadi, bahkan dalam dua tahun terakhir dilaporkan beberapa kasus yang berujung pada korban jiwa, terutama di kawasan pesisir dan perairan Sungai Sangatta.

    Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Agusriansyah Ridwan mendukung program penangkaran buaya yang tengah dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Kutim. Menurutnya, langkah ini bukan hanya solusi konservasi, tetapi juga menjadi peluang membangun kawasan wisata edukatif yang aman dan produktif.

    “Program ini sangat positif karena mampu menjawab dua hal sekaligus, mitigasi konflik manusia-buaya dan pengembangan potensi wisata edukatif. Sudah saatnya habitat buaya dikelola secara layak dan aman bagi semua pihak,” ujar Agusriansyah usai menghadiri kegiatan di Samarinda, Sabtu 3 Mei 2025.

    Rencana penangkaran akan difokuskan di beberapa titik strategis seperti Teluk Pandan, Rawa Bening, dan Sangatta Utara. Kawasan ini dipilih karena kedekatannya dengan habitat alami buaya sekaligus dinilai memiliki potensi sebagai destinasi wisata konservasi.

    “Selama ini kasus buaya menyerang manusia terus berulang, terutama di Kutim. Dengan penangkaran ini, habitat mereka bisa dipusatkan dan dikendalikan, sekaligus menjadi kawasan edukasi dan riset,” tambahnya.

    Agusriansyah juga mendorong agar proyek ini melibatkan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat lokal. Ia menilai, hanya dengan pendekatan partisipatif, penangkaran bisa berhasil sebagai model konservasi dan pemberdayaan.

    “Penangkaran buaya bisa jadi ikon wisata baru Kutai Timur, asal dijalankan secara profesional dan berkelanjutan. Pemerintah perlu menggandeng pihak swasta dan komunitas lokal agar hasilnya optimal,” ujarnya.

    Selain menjadi langkah mitigasi, penangkaran buaya juga dibidik untuk mendukung industri turunan berbasis legal, seperti produk kulit dan edukasi satwa liar. Agusriansyah meyakini, jika dikelola baik, proyek ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesadaran konservasi.

    Ia juga menyinggung penyebab konflik buaya yang tak lepas dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan liar yang mempersempit habitat satwa liar, termasuk buaya muara.

    Agusriansyah Ridwan DPRD Kaltim Penangkaran Buaya Sangatta
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Untuk Dapat Layanan Medis Lanjutan, Masyarakat Pedalaman Harus Ke Samarinda dan Balikpapan

    Juni 18, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    Juni 16, 2026

    Kekosongan Jabatan Definitif di Disdikbud Kaltim Dinilai Jadi Pangkal Kisruh Surat Tugas Guru

    Juni 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    SittiJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan…

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,155 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.