Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    Juni 18, 2026

    Hoaks Kian Mengancam, Faisal Minta KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi di Daerah

    Juni 18, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim
    Pendidikan

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    SittiBy SittiJuni 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas'ud (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Distribusi tenaga kerja yang timpang di wilayah pedalaman, perbatasan, dan daerah terpencil (3T) Kaltim ternyata tidak hanya mendera sektor pendidikan pada profesi guru. Sektor kesehatan pun menghadapi raport merah yang serupa.

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud mengungkap masalah pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) di Benua Etam memiliki pola sosiologis yang nyaris kembar dengan persoalan guru, yakni persoalan distribusi SDM yang belum merata.

    Akibatnya, kualitas pelayanan yang diterima masyarakat sangat bergantung pada peta geografis tempat tinggal mereka.

    Guna menyelesaikan persoalan ini secara permanen, Syahariah menegaskan kunci utamanya berada pada hulu pertahanan daerah, yaitu sektor pendidikan dan penyiapan SDM lokal. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus bergantung pada skema rekrutmen konvensional yang tidak mengikat.

    “Saya meyakini solusi jangka panjangnya adalah pembangunan kemandirian daerah dalam menyiapkan SDM kesehatan. Program beasiswa Ikatan Dinas bagi putra-putri daerah harus diperkuat, agar setelah lulus mereka dapat kembali dan wajib mengabdi di wilayah asalnya,” tegas Syahariah saat ditemui, Selasa, 16 Juni 2026.

    Melalui skema beasiswa pendidikan yang terarah, putra-putri asli pedalaman Kaltim diberi kesempatan mengakses pendidikan kedokteran dan spesialis, dengan komitmen hukum untuk pulang membangun kampung halaman pasca-kelulusan.

    Namun, investasi di sektor pendidikan tinggi saja dinilai belum cukup. Politisi faksi Karang Paci ini mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus menghadirkan kebijakan afirmatif serta paket insentif yang logis dan memikat bagi para tenaga ahli.

    Ia mengkritik jika semangat pemerataan pelayanan kesehatan dari pemerintah hanya manis di atas kertas atau jargon seremonial semata, tanpa didukung oleh kebijakan anggaran yang akurat di lapangan.

    “Jangan sampai semangat pemerataan pelayanan kesehatan ini berhenti pada tataran slogan saja. Kita harus realistis. Mana ada tenaga medis ahli, seperti dokter spesialis jantung, spesialis kandungan, anak, hingga dokter gigi yang mau diarahkan ke pedalaman kalau tunjangannya tidak diperhatikan?” cecar Syahariah

    Bekerja di pedalaman yang jauh dari pusat kota memiliki konsekuensi logistik dan beban kerja yang tinggi. Oleh karena itu, besaran tunjangan khusus harus dihitung secara matang agar mampu menarik minat para dokter spesialis.

    Politisi Golkar menegaskan bahwa persoalan interkoneksi antara pembiayaan pendidikan (beasiswa) dan penempatan nakes ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) prioritas yang akan digodok dan dikembangkan lebih lanjut oleh Komisi IV DPRD Kaltim bersama mitra instansi pemerintah terkait.

    “Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan kami di Komisi IV. Bagaimana merumuskan formulasi anggaran dan kebijakan agar seluruh dokter medis mau masuk ke pedalaman. Karena kehadiran mereka adalah hak mendasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita di sana,” pungkasnya.

     

    DPRD Kaltim Nakes Pendidikan Syahariah Mas’ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    Untuk Dapat Layanan Medis Lanjutan, Masyarakat Pedalaman Harus Ke Samarinda dan Balikpapan

    Juni 18, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    Juni 16, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    Nur AjijahJuni 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang membentang di area seluas sekitar1,8 juta hektare.Proses penetapan, sebagai…

    Hoaks Kian Mengancam, Faisal Minta KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi di Daerah

    Juni 18, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026
    1 2 3 … 3,153 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.