Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    September 3, 2026

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu
    Pendidikan

    SMK di PPU Masih Bergelut dengan Drainase dan Jalan Becek, Aktivitas Belajar Sering Terganggu

    AminahBy AminahJuni 16, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berjalan, masih ada sekolah di wilayah penyangga yang bergelut dengan persoalan fasilitas dasar.

    Salah satunya SMK Nusantara Penajam Paser Utara (PPU), yang hingga kini masih membutuhkan pembangunan drainase, paving blok, dan akses penghubung berupa siring untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud menerima aspirasi dari Kepala SMK Nusantara PPU, Nuraeni terkait kebutuhan infrastruktur sekolah. (Insitekaltim/Aminah)

    Kondisi tersebut terungkap saat pihak sekolah menyampaikan aspirasi kepada Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Syahariah Mas’ud, Senin, 15 Juni 2026.

    Sekolah mengusulkan pembangunan drainase sepanjang 160 meter, paving blok seluas 1.500 meter persegi, serta jalur anak tangga dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp646 juta.

    Kepala SMK Nusantara PPU Nuraeni menjelaskan keterbatasan infrastruktur selama ini menjadi kendala yang cukup dirasakan warga sekolah.

    Saat hujan turun, sejumlah titik di lingkungan sekolah kerap tergenang karena saluran air belum memadai. Sementara akses jalan yang masih berupa tanah sering berubah menjadi licin dan berlumpur.

    Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan guru yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Syahariah mengaku prihatin masih adanya sekolah yang menghadapi persoalan fasilitas dasar, terlebih berada di Kabupaten Penajam Paser Utara yang merupakan wilayah penyangga IKN.

    Persoalan pendidikan tidak hanya berbicara soal kurikulum dan kualitas pembelajaran, tetapi juga menyangkut ketersediaan sarana yang layak agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.

    “Yang penting proposalnya dilengkapi. Saya minta disampaikan ke saya juga karena saat ini kami sedang membahas perubahan anggaran dan penyusunan program berikutnya. Saya tidak bisa menjanjikan karena kondisi keuangan daerah memang sedang defisit, tetapi akan kami perjuangkan dan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” kata Syahariah.

    Politisi dari daerah pemilihan Paser dan PPU itu menilai sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Karena itu, kebutuhan fasilitas dasar yang berdampak langsung terhadap proses belajar siswa perlu mendapat perhatian yang sama.

    Ia akan membawa usulan tersebut dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, sekaligus meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim melihat langsung kondisi sekolah yang membutuhkan dukungan infrastruktur.

    “Fasilitas seperti drainase, akses jalan, dan lingkungan sekolah yang aman bukan kebutuhan tambahan. Itu kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan peserta didik,” ujarnya.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Distribusi Seragam Gratis di Kaltim Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    September 1, 2026

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    Andika SaputraSeptember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset didorong tidak hanya digunakan untuk menangani tindak…

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Borneo FC Samarinda Tak Pilih Kompetisi, Nabil Tegaskan Semua Ajang Dihadapi

    September 2, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026
    1 2 3 … 3,316 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.