Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Temindung Creative Hub Terus Dikembangkan, Masih Butuh Penguatan Sarana dan Prasarana

    Juli 15, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Rencana Penangkaran Buaya Sangatta Jadi Wisata Edukatif Mendapat Dukungan DPRD Kaltim
    DPRD Kaltim

    Rencana Penangkaran Buaya Sangatta Jadi Wisata Edukatif Mendapat Dukungan DPRD Kaltim

    SittiBy SittiMei 4, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Agusriansyah Ridwan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Indonesia tercatat sebagai negara dengan konflik tertinggi antara buaya dan manusia di dunia. Data Garda Animalia mencatat 475 kasus terjadi dalam kurun 2014–2023, dengan Kalimantan Timur (Kaltim) berada di posisi kedua tertinggi nasional sebanyak 83 kasus.

    Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu kabupaten dengan frekuensi serangan yang kerap terjadi, bahkan dalam dua tahun terakhir dilaporkan beberapa kasus yang berujung pada korban jiwa, terutama di kawasan pesisir dan perairan Sungai Sangatta.

    Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Agusriansyah Ridwan mendukung program penangkaran buaya yang tengah dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Kutim. Menurutnya, langkah ini bukan hanya solusi konservasi, tetapi juga menjadi peluang membangun kawasan wisata edukatif yang aman dan produktif.

    “Program ini sangat positif karena mampu menjawab dua hal sekaligus, mitigasi konflik manusia-buaya dan pengembangan potensi wisata edukatif. Sudah saatnya habitat buaya dikelola secara layak dan aman bagi semua pihak,” ujar Agusriansyah usai menghadiri kegiatan di Samarinda, Sabtu 3 Mei 2025.

    Rencana penangkaran akan difokuskan di beberapa titik strategis seperti Teluk Pandan, Rawa Bening, dan Sangatta Utara. Kawasan ini dipilih karena kedekatannya dengan habitat alami buaya sekaligus dinilai memiliki potensi sebagai destinasi wisata konservasi.

    “Selama ini kasus buaya menyerang manusia terus berulang, terutama di Kutim. Dengan penangkaran ini, habitat mereka bisa dipusatkan dan dikendalikan, sekaligus menjadi kawasan edukasi dan riset,” tambahnya.

    Agusriansyah juga mendorong agar proyek ini melibatkan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat lokal. Ia menilai, hanya dengan pendekatan partisipatif, penangkaran bisa berhasil sebagai model konservasi dan pemberdayaan.

    “Penangkaran buaya bisa jadi ikon wisata baru Kutai Timur, asal dijalankan secara profesional dan berkelanjutan. Pemerintah perlu menggandeng pihak swasta dan komunitas lokal agar hasilnya optimal,” ujarnya.

    Selain menjadi langkah mitigasi, penangkaran buaya juga dibidik untuk mendukung industri turunan berbasis legal, seperti produk kulit dan edukasi satwa liar. Agusriansyah meyakini, jika dikelola baik, proyek ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesadaran konservasi.

    Ia juga menyinggung penyebab konflik buaya yang tak lepas dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan liar yang mempersempit habitat satwa liar, termasuk buaya muara.

    Agusriansyah Ridwan DPRD Kaltim Penangkaran Buaya Sangatta
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    DPRD Kaltim Dorong Payung Hukum Pengelolaan Sumur Tua

    Juli 9, 2026

    Aturan Pusat Kaku, Fraksi PDI-P Kaltim Protes Daerah Dilarang Adakan Pupuk dan Alsintan

    Juli 9, 2026

    Jelang Paripurna Hak Angket 13 Juli, Hamas Isyaratkan Ikuti Sikap Fraksi Golkar

    Juli 3, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Ancaman PHK, Inflasi hingga Keselamatan Alur Sungai Mahakam

    Juli 2, 2026

    Pembahasan Hak Angket terhadap Gubernur Kaltim Kembali Dijadwalkan 13 Juli

    Juni 30, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Temindung Creative Hub Terus Dikembangkan, Masih Butuh Penguatan Sarana dan Prasarana

    Nur AjijahJuli 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Awang Khaliq mengatakan, sebagai…

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Bawaslu Bontang Gandeng Media Perangi Hoaks dan Politik Uang Jelang Pemilu 2029

    Juli 15, 2026

    Rp20 Miliar APBD Perubahan untuk Porprov Kaltim Dipastikan Tak Sentuh Pembangunan Venue

    Juli 15, 2026

    Dinkes Kota Samarinda Genjot Skrining HIV, Baru Capai 45 Persen, Dari Target 43.189 Sasaran

    Juli 15, 2026
    1 2 3 … 3,216 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.