Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Harga Cabai Rawit Sekarang Murah, Pasar Lesu Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
    Ekonomi

    Harga Cabai Rawit Sekarang Murah, Pasar Lesu Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

    IraBy IraJuli 17, 2026Updated:Juli 17, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Harga Cabai di Pasar Merdeka Turun di angka Rp30 ribu (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Meski harga kini harga cabai rawit di Pasar Merdeka, Samarinda, turun drastis hingga menyentuh Rp30 ribu per kilogram. Ini jauh lebih murah dibandingkan saat Iduladha.

    Namun kondisi tersebut, belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat.

    Pedagang justru mengeluhkan sepinya pembeli, dalam beberapa pekan terakhir.

    Salah seorang pedagang sayur di Pasar Merdeka, Suwanti (52 th), mengatakan, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

    Angka tersebut turun tajam dibandingkan saat momentum Iduladha lalu yang sempat mencapai Rp80 ribu per kilogram.

    “Waktu Lebaran Haji sempat Rp80 ribu per kilo. Sekarang paling murah sudah Rp30 ribu,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, sebelum menyentuh harga tersebut, cabai rawit sempat dijual di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

    Menurutnya, harga saat ini merupakan yang terendah dalam beberapa waktu terakhir. Namun, masih memberikan keuntungan bagi pedagang.

    “Ini paling rendah Rp30 ribu. Sebelumnya sempat Rp40 ribu, Rp45 ribu sampai Rp50 ribu. Sekarang ya masih tidak rugi juga,” katanya.

    Meski harga lebih terjangkau, Suwanti mengaku jumlah pembeli justru menurun. Aktivitas transaksi di pasar tidak seramai ketika harga cabai sedang tinggi.

    “Kalau lombok mahal itu banyak yang cari, tapi kalau murah malah tidak,” tuturnya.

    Kondisi tersebut membuat pedagang lebih berhati-hati dalam mengatur stok dagangan.

    Suwanti memilih mengambil pasokan dalam jumlah terbatas, agar modal tetap berputar dan tidak menanggung kerugian akibat barang yang tidak terjual.

    Ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti daerah asal cabai yang dijual karena memperoleh pasokan dari pedagang lain di pasar. Meski demikian, ketersediaan barang hingga kini masih mencukupi kebutuhan.

    Suwanti berharap, daya beli masyarakat segera pulih agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali ramai. Menurutnya, harga yang stabil dan terjangkau seharusnya menjadi momentum meningkatnya transaksi, bukan justru sebaliknya.

    “Kalau lombok mahal itu banyak yang nyari, tapi kalau murah malah sepi pembelinya,” pungkasnya.

     

    Harga Bahan Pokok Harga Cabai Pasar Merdeka
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Anggaran Kemenkeu 2027 Rp49,8 Triliun, Belanja Dituntut Berorientasi Hasil

    September 9, 2026

    Sawah Betapus Dilanda Kekeringan, Petani Khawatir Hasil Panen Anjlok

    September 9, 2026

    Aset Daerah Kaltim Banyak Belum Produktif, Pansus Dorong Jadi Sumber PAD

    September 8, 2026

    Pemkot Samarinda Perkuat Standar Harga untuk Cegah Mark Up Sejak Perencanaan

    September 8, 2026

    Perusahaan Kehutanan Kaltim Diusulkan Jadi Perseroda, Bidik Perdagangan Karbon

    September 7, 2026

    B50 Buka Peluang Sawit Kaltim Jadi Sumber Energi Alternatif

    September 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.