Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Harga Cabai Rawit Sekarang Murah, Pasar Lesu Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli
    Ekonomi

    Harga Cabai Rawit Sekarang Murah, Pasar Lesu Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

    IraBy IraJuli 17, 2026Updated:Juli 17, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Harga Cabai di Pasar Merdeka Turun di angka Rp30 ribu (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Meski harga kini harga cabai rawit di Pasar Merdeka, Samarinda, turun drastis hingga menyentuh Rp30 ribu per kilogram. Ini jauh lebih murah dibandingkan saat Iduladha.

    Namun kondisi tersebut, belum mampu mendongkrak daya beli masyarakat.

    Pedagang justru mengeluhkan sepinya pembeli, dalam beberapa pekan terakhir.

    Salah seorang pedagang sayur di Pasar Merdeka, Suwanti (52 th), mengatakan, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

    Angka tersebut turun tajam dibandingkan saat momentum Iduladha lalu yang sempat mencapai Rp80 ribu per kilogram.

    “Waktu Lebaran Haji sempat Rp80 ribu per kilo. Sekarang paling murah sudah Rp30 ribu,” ujarnya, Jumat, 17 Juli 2026.

    Ia menjelaskan, sebelum menyentuh harga tersebut, cabai rawit sempat dijual di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

    Menurutnya, harga saat ini merupakan yang terendah dalam beberapa waktu terakhir. Namun, masih memberikan keuntungan bagi pedagang.

    “Ini paling rendah Rp30 ribu. Sebelumnya sempat Rp40 ribu, Rp45 ribu sampai Rp50 ribu. Sekarang ya masih tidak rugi juga,” katanya.

    Meski harga lebih terjangkau, Suwanti mengaku jumlah pembeli justru menurun. Aktivitas transaksi di pasar tidak seramai ketika harga cabai sedang tinggi.

    “Kalau lombok mahal itu banyak yang cari, tapi kalau murah malah tidak,” tuturnya.

    Kondisi tersebut membuat pedagang lebih berhati-hati dalam mengatur stok dagangan.

    Suwanti memilih mengambil pasokan dalam jumlah terbatas, agar modal tetap berputar dan tidak menanggung kerugian akibat barang yang tidak terjual.

    Ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti daerah asal cabai yang dijual karena memperoleh pasokan dari pedagang lain di pasar. Meski demikian, ketersediaan barang hingga kini masih mencukupi kebutuhan.

    Suwanti berharap, daya beli masyarakat segera pulih agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali ramai. Menurutnya, harga yang stabil dan terjangkau seharusnya menjadi momentum meningkatnya transaksi, bukan justru sebaliknya.

    “Kalau lombok mahal itu banyak yang nyari, tapi kalau murah malah sepi pembelinya,” pungkasnya.

     

    Harga Bahan Pokok Harga Cabai Pasar Merdeka
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Harga Ayam Potong di Pasar Samarinda Masih Tinggi, Capai Rp60 Ribu

    September 19, 2026

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    Target PAD dari Tambat Kapal Rp28 Miliar Kaltim Terancam Molor

    September 17, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.