Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    Juli 16, 2026

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga
    Ekonomi

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    R’syaBy R’syaJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim), Mas’ud Rifai (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai menilai penguatan mitigasi pasokan menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas harga di Kaltim. Hal itu menyusul masih adanya sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat yang didatangkan dari luar daerah, sehingga gangguan produksi maupun distribusi di wilayah pemasok dapat berdampak terhadap harga di Kaltim.

    “Kalau beberapa poin besarnya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah sumber barang-barang yang kita konsumsi di Kaltim. Ada beberapa produk, bahkan mungkin sebagian besar, yang masih didatangkan dari luar. Nah, barangkali ini yang perlu diperhatikan betul,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.

    Ia mencontohkan kenaikan harga bawang merah dimana pada Mei, harga rata-rata bawang merah di Kaltim berada di kisaran Rp44.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Sementara pada Juni, harga bawang merah melonjak hingga mencapai kisaran Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

    Menurutnya, kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi penurunan produksi di daerah pemasok, seperti Sulawesi dan Jawa, sehingga pasokan berkurang.

    “Sebagai contoh, bawang merah secara month to month mengalami peningkatan. Salah satu sebabnya di pemasoknya sedang drop produksinya, sebagian Sulawesi dan sebagian Jawa. Akhirnya menyebabkan kekurangan pasokan bawang, otomatis harganya meningkat,” bebernya.

    Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemerintah memastikan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat tetap terjaga. Gangguan pada rantai pasok, baik akibat penurunan produksi maupun faktor eksternal perlu diantisipasi agar tidak berlanjut menjadi tekanan terhadap harga.

    Selain faktor produksi, Rifai menyebut kondisi global juga masih memberikan pengaruh terhadap inflasi melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan tersebut kemudian berdampak pada biaya distribusi barang.

    “Efek dari peristiwa global sekarang, perang masih lanjut. Ternyata rentetannya harga BBM naik. Itu juga termasuk yang memengaruhi inflasi kita,” terangnya.

    Ia menambahkan, pengamanan pasokan dan distribusi menjadi langkah penting agar inflasi tetap terkendali di tengah berbagai risiko yang dapat memengaruhi harga komoditas di Benua Etam.

     

    BPS Kaltim Harga Bahan Pokok Mas'ud Rifai
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Juli 16, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Harga Bapokting di Samarinda Turun, Pemkot Soroti Distribusi BBM dan LPG

    Juli 15, 2026

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    BPS Minta Kaltim Antisipasi Dampak Kemarau terhadap Pasokan Komoditas

    Juli 14, 2026

    Kualitas KUR di Kaltim Tetap Terjaga Dengan Capaian Rp6,5 Triliun, Namun OJK Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

    Juli 13, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    R’syaJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai menilai penguatan…

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026

    Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

    Juli 16, 2026

    Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS

    Juli 16, 2026
    1 2 3 … 3,218 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.