Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan
    Pendidikan

    Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

    AminahBy AminahJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sejumlah santri berkumpul di lingkungan pondok pesantren. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Keberadaan sekolah formal di lingkungan pondok pesantren dinilai memerlukan sinkronisasi kebijakan pendidikan agar pelaksanaan pembelajaran berjalan selaras dengan sistem yang berlaku di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Agama (Kemenag).

    Hingga saat ini masih diperlukan penyamaan persepsi mengenai tata kelola pendidikan pesantren karena kewenangan pesantren berada di bawah Kemenag yang merupakan instansi vertikal.

    Meski demikian, hal itu bukan berarti pemerintah daerah tidak memiliki ruang untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

    “Kita harus sinkronisasi dulu pemahaman pesantren itu antara Kemenag dengan Kemendikdasmen. Kita ingin masuk ke ranahnya Kemenag, sementara Kemenag ini kan institusi yang bersifat vertikal,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP Kota Samarinda Mohammad Wahiduddin, Selasa, 14 Juli 2026.

    Seluruh lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, sinergi antarlembaga menjadi penting, terutama bagi pesantren yang juga menyelenggarakan pendidikan formal.

    “Namun bukan berarti kemudian secara sistem kita tidak bisa masuk ke pondok pesantren. Kita secara global adalah kelembagaan pendidikan yang harus juga punya andil di dalam memperbaiki sistem-sistem pendidikan, termasuk juga tidak terkecuali adalah di pondok pesantren,” katanya.

    Perkembangan pesantren saat ini menunjukkan banyak lembaga yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan keagamaan, tetapi juga membuka sekolah formal mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

    “Apalagi di pondok pesantren itu juga di zaman sekarang sudah banyak pondok pesantren yang di situ ada lembaga formal pendidikan. Ada SD, ada SMP, dan sebagainya,” jelasnya.

    Menurut dia, kondisi tersebut membuat koordinasi lintas kementerian menjadi kebutuhan agar kebijakan pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri.

    Meski demikian, pembahasan mengenai bentuk sinergi tersebut belum menghasilkan keputusan karena masih berada pada tahap awal sosialisasi.

    “Nanti sinergitasnya itu akan dibicarakan lebih lanjut karena tadi belum selesai, baru sosialisasi,” tandasnya.

     

    Kemenag Kemendigdasmen Mohammad Wahiduddin Pesantren Sekolah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Setahun Tujuh Hari Dimutasi, Guru SMA Kaltim Masih Terjebak Persoalan Administrasi dan Jam Mengajar

    September 8, 2026

    Kabut Asap, SDN 007 Samarinda Ulu Perkuat Imbauan Penggunaan Masker bagi Siswa

    September 7, 2026

    BCIM 2026 Digelar di Samarinda, Ini Daftar Para Juara Tari Kreasi Nusantara

    September 6, 2026

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bukan Kekurangan Anggaran, Ini Alasan Insentif Guru Samarinda Terlambat Dibayar

    R’syaSeptember 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan insentif guru triwulan II yang belum…

    Hadapi Eskalasi Karhutla, Pemkot Siagakan Damkar dengan Response Time 10 Menit

    September 9, 2026

    Usai Pemadaman Karhutla, Kualitas Udara dan ISPU PM2.5 Turun ke Kategori Sedang

    September 9, 2026

    MTQN Jadi Ajang Penguatan Pendidikan Al-Qur’an, Kaltim Siap Tampilkan Generasi Berprestasi dan Berakhlak

    September 9, 2026

    Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pematangan Lahan hingga Tingkat RT

    September 9, 2026
    1 2 3 … 3,330 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.