Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dorong OPD Jadi Pasar Awal Samaqua, Iswandi: Soroti Distribusi dan Harga

    Oktober 25, 2026

    Iswandi Minta Penyaluran BBM Subsidi Dibenahi Sebelum Kuota Dikurangi

    Oktober 25, 2026

    Karhutla Kaltim Capai 9.327 Hektare, Kukar Catat Luas Terbesar

    Oktober 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan
    Pendidikan

    Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

    AminahBy AminahJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sejumlah santri berkumpul di lingkungan pondok pesantren. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Keberadaan sekolah formal di lingkungan pondok pesantren dinilai memerlukan sinkronisasi kebijakan pendidikan agar pelaksanaan pembelajaran berjalan selaras dengan sistem yang berlaku di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Agama (Kemenag).

    Hingga saat ini masih diperlukan penyamaan persepsi mengenai tata kelola pendidikan pesantren karena kewenangan pesantren berada di bawah Kemenag yang merupakan instansi vertikal.

    Meski demikian, hal itu bukan berarti pemerintah daerah tidak memiliki ruang untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

    “Kita harus sinkronisasi dulu pemahaman pesantren itu antara Kemenag dengan Kemendikdasmen. Kita ingin masuk ke ranahnya Kemenag, sementara Kemenag ini kan institusi yang bersifat vertikal,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP Kota Samarinda Mohammad Wahiduddin, Selasa, 14 Juli 2026.

    Seluruh lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, sinergi antarlembaga menjadi penting, terutama bagi pesantren yang juga menyelenggarakan pendidikan formal.

    “Namun bukan berarti kemudian secara sistem kita tidak bisa masuk ke pondok pesantren. Kita secara global adalah kelembagaan pendidikan yang harus juga punya andil di dalam memperbaiki sistem-sistem pendidikan, termasuk juga tidak terkecuali adalah di pondok pesantren,” katanya.

    Perkembangan pesantren saat ini menunjukkan banyak lembaga yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan keagamaan, tetapi juga membuka sekolah formal mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

    “Apalagi di pondok pesantren itu juga di zaman sekarang sudah banyak pondok pesantren yang di situ ada lembaga formal pendidikan. Ada SD, ada SMP, dan sebagainya,” jelasnya.

    Menurut dia, kondisi tersebut membuat koordinasi lintas kementerian menjadi kebutuhan agar kebijakan pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri.

    Meski demikian, pembahasan mengenai bentuk sinergi tersebut belum menghasilkan keputusan karena masih berada pada tahap awal sosialisasi.

    “Nanti sinergitasnya itu akan dibicarakan lebih lanjut karena tadi belum selesai, baru sosialisasi,” tandasnya.

     

    Kemenag Kemendigdasmen Mohammad Wahiduddin Pesantren Sekolah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

    Oktober 22, 2026

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan S2 Pendidikan Olahraga, Bidik Mahasiswa dari Berbagai Daerah

    Oktober 21, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Lulusan Sarjana Lanjut S2, Manfaatkan Program Gratispol

    Oktober 21, 2026

    Disdikbud Kaltim Siapkan PJJ Lagi Jika Asap Karhutla Memburuk, Kutim dan Berau Masih Belajar dari Rumah

    Oktober 21, 2026

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dorong OPD Jadi Pasar Awal Samaqua, Iswandi: Soroti Distribusi dan Harga

    Ratu ArifanzaOktober 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mendorong optimalisasi pasar di lingkungan…

    Iswandi Minta Penyaluran BBM Subsidi Dibenahi Sebelum Kuota Dikurangi

    Oktober 25, 2026

    Karhutla Kaltim Capai 9.327 Hektare, Kukar Catat Luas Terbesar

    Oktober 25, 2026

    Udara Kaltim Berdebu akibat Karhutla, Ini 10 Cara Bersihkan Rumah agar Debu Tak Beterbangan

    Oktober 25, 2026

    Patok Baru Ditemukan Usai Karhutla, BPBD Samarinda Soroti Dugaan Pembukaan Lahan

    Oktober 24, 2026
    1 2 3 … 3,406 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.