Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Juli 16, 2026

    Persiapan Paskibraka Samarinda Terimbas Efisiensi, Fasilitas Latihan Dikurangi

    Juli 16, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah
    Ekonomi

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Nur AjijahBy Nur AjijahJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kebutuhan pangan Kaltim masih bergantung dari pasokan luar daerah (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengaku, ketergantungan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih cukup tinggi.

    Saat ini, produksi pangan lokal baru mampu memenuhi sekitar 35 persen kebutuhan masyarakat. Sedangkan 65 persen sisanya, masih dipasok dari luar Kalimantan.

    Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera diantisipasi. Terutama seiring meningkatnya jumlah penduduk di kawasan penyangga IKN, dalam beberapa tahun ke depan.

    “Sebagian besar pasokan pangan masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi,” terangnya di Samarinda, Rabu, 15 Juli 2026.

    Ketergantungan terhadap daerah lain, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan maupun harga. Apabila terjadi gangguan distribusi.

    Marnabas menjelaskan, jumlah penduduk di kawasan penyangga IKN diproyeksikan meningkat dari sekitar 2,6 juta jiwa menjadi 3,5 juta jiwa pada 2030.

    Kondisi tersebut dipastikan akan mendorong peningkatan kebutuhan berbagai komoditas pangan. Mulai dari beras, hortikultura hingga produk peternakan.

    Untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. Pemerintah Kota Samarinda mengusulkan, pembukaan sekitar 100 ribu hektare lahan pertanian baru di Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU).

    Lahan tersebut direncanakan, tidak hanya dimanfaatkan untuk pengembangan sawah. Tetapi juga budidaya hortikultura dan peternakan, guna memperkuat pasokan pangan di kawasan penyangga IKN.

    “Kalau dibandingkan dengan luas wilayah Kalimantan, kebutuhan lahan itu bahkan tidak sampai 0,5 persen,” katanya.

    Ia memperkirakan, kebutuhan investasi untuk membuka dan menyiapkan lahan hingga siap berproduksi mencapai sekitar Rp700 miliar.

    Menurut Marnabas, apabila program tersebut dapat direalisasikan, kapasitas produksi pangan lokal akan meningkat. Sehingga ketergantungan, terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

    Di sisi lain, pengembangan sektor pertanian juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya permintaan akibat pembangunan IKN.

    Menurutnya, ketahanan pangan harus dipersiapkan sejak sekarang agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, bukan terus bergantung pada pasokan dari luar.

    Bahan Pangan IKN Ketahanan Pangan Marnabas Patiroy Sekda Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Persiapan Paskibraka Samarinda Terimbas Efisiensi, Fasilitas Latihan Dikurangi

    Juli 16, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026

    Mayoritas Jemaah Lansia, Istitha’ah Jadi Evaluasi Utama Haji 2026

    Juli 16, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Wawali Samarinda Minta Pertamina Percepat Perbaikan Fasilitas LPG

    Juli 15, 2026

    Harga Bapokting di Samarinda Turun, Pemkot Soroti Distribusi BBM dan LPG

    Juli 15, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    Nur AjijahJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengaku, ketergantungan kawasan penyangga…

    Persiapan Paskibraka Samarinda Terimbas Efisiensi, Fasilitas Latihan Dikurangi

    Juli 16, 2026

    Manalu Dorong BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Taat Pajak dan Layak Jalan

    Juli 16, 2026

    Mayoritas Jemaah Lansia, Istitha’ah Jadi Evaluasi Utama Haji 2026

    Juli 16, 2026

    Argentina Bangkit di Menit Akhir, Spanyol Menanti di Final

    Juli 16, 2026
    1 2 3 … 3,217 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.