Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Agustus 30, 2026

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah
    Ekonomi

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    IraBy IraJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kebutuhan pangan Kaltim masih bergantung dari pasokan luar daerah (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengaku, ketergantungan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih cukup tinggi.

    Saat ini, produksi pangan lokal baru mampu memenuhi sekitar 35 persen kebutuhan masyarakat. Sedangkan 65 persen sisanya, masih dipasok dari luar Kalimantan.

    Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera diantisipasi. Terutama seiring meningkatnya jumlah penduduk di kawasan penyangga IKN, dalam beberapa tahun ke depan.

    “Sebagian besar pasokan pangan masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi,” terangnya di Samarinda, Rabu, 15 Juli 2026.

    Ketergantungan terhadap daerah lain, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan maupun harga. Apabila terjadi gangguan distribusi.

    Marnabas menjelaskan, jumlah penduduk di kawasan penyangga IKN diproyeksikan meningkat dari sekitar 2,6 juta jiwa menjadi 3,5 juta jiwa pada 2030.

    Kondisi tersebut dipastikan akan mendorong peningkatan kebutuhan berbagai komoditas pangan. Mulai dari beras, hortikultura hingga produk peternakan.

    Untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. Pemerintah Kota Samarinda mengusulkan, pembukaan sekitar 100 ribu hektare lahan pertanian baru di Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU).

    Lahan tersebut direncanakan, tidak hanya dimanfaatkan untuk pengembangan sawah. Tetapi juga budidaya hortikultura dan peternakan, guna memperkuat pasokan pangan di kawasan penyangga IKN.

    “Kalau dibandingkan dengan luas wilayah Kalimantan, kebutuhan lahan itu bahkan tidak sampai 0,5 persen,” katanya.

    Ia memperkirakan, kebutuhan investasi untuk membuka dan menyiapkan lahan hingga siap berproduksi mencapai sekitar Rp700 miliar.

    Menurut Marnabas, apabila program tersebut dapat direalisasikan, kapasitas produksi pangan lokal akan meningkat. Sehingga ketergantungan, terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

    Di sisi lain, pengembangan sektor pertanian juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya permintaan akibat pembangunan IKN.

    Menurutnya, ketahanan pangan harus dipersiapkan sejak sekarang agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, bukan terus bergantung pada pasokan dari luar.

    Bahan Pangan IKN Ketahanan Pangan Marnabas Patiroy Sekda Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Teras Samarinda Tahap II Dibuka, Andi Harun Sebut Jadi “Paru-Paru Baru” di Tepi Mahakam

    Agustus 30, 2026

    Antisipasi Ancaman Kekeringan, Kaltim Percepat Tanam Untuk Jaga Produksi Pangan

    Agustus 29, 2026

    Inflasi Mendekati 4 Persen, Bapenda Samarinda Pantau Dampaknya ke Penerimaan Pajak

    Agustus 29, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026

    Parkir Teras Samarinda Jadi Potensi PAD, Jasno Dorong Sistem Portal

    Agustus 29, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Ratu ArifanzaAgustus 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memahami informasi, serta perkembangan yang terjadi di sekitarnya.…

    Dari Lapak Catur Pasar, Ramadhan Menjelma Jadi Master Nasional

    Agustus 30, 2026

    Warga Diminta Waspada Debu, Kemarau Picu Kasus ISPA Meningkat hingga 20 Persen

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Teras Samarinda Tahap II Dibuka, Andi Harun Sebut Jadi “Paru-Paru Baru” di Tepi Mahakam

    Agustus 30, 2026
    1 2 3 … 3,308 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.