Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi dengan Kompas Media Group untuk Perluas Publikasi Pembangunan

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Bersama Bankaltimtara

    Oktober 14, 2026

    Kualitas Udara Belum Pulih, Sejumlah Sekolah Terapkan PJJ

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah
    Ekonomi

    Kebutuhan Pangan Kawasan Penyangga IKN, Masih Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

    IraBy IraJuli 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kebutuhan pangan Kaltim masih bergantung dari pasokan luar daerah (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengaku, ketergantungan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih cukup tinggi.

    Saat ini, produksi pangan lokal baru mampu memenuhi sekitar 35 persen kebutuhan masyarakat. Sedangkan 65 persen sisanya, masih dipasok dari luar Kalimantan.

    Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera diantisipasi. Terutama seiring meningkatnya jumlah penduduk di kawasan penyangga IKN, dalam beberapa tahun ke depan.

    “Sebagian besar pasokan pangan masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi,” terangnya di Samarinda, Rabu, 15 Juli 2026.

    Ketergantungan terhadap daerah lain, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan maupun harga. Apabila terjadi gangguan distribusi.

    Marnabas menjelaskan, jumlah penduduk di kawasan penyangga IKN diproyeksikan meningkat dari sekitar 2,6 juta jiwa menjadi 3,5 juta jiwa pada 2030.

    Kondisi tersebut dipastikan akan mendorong peningkatan kebutuhan berbagai komoditas pangan. Mulai dari beras, hortikultura hingga produk peternakan.

    Untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. Pemerintah Kota Samarinda mengusulkan, pembukaan sekitar 100 ribu hektare lahan pertanian baru di Kalimantan Timur (Kaltim) khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU).

    Lahan tersebut direncanakan, tidak hanya dimanfaatkan untuk pengembangan sawah. Tetapi juga budidaya hortikultura dan peternakan, guna memperkuat pasokan pangan di kawasan penyangga IKN.

    “Kalau dibandingkan dengan luas wilayah Kalimantan, kebutuhan lahan itu bahkan tidak sampai 0,5 persen,” katanya.

    Ia memperkirakan, kebutuhan investasi untuk membuka dan menyiapkan lahan hingga siap berproduksi mencapai sekitar Rp700 miliar.

    Menurut Marnabas, apabila program tersebut dapat direalisasikan, kapasitas produksi pangan lokal akan meningkat. Sehingga ketergantungan, terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

    Di sisi lain, pengembangan sektor pertanian juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya permintaan akibat pembangunan IKN.

    Menurutnya, ketahanan pangan harus dipersiapkan sejak sekarang agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, bukan terus bergantung pada pasokan dari luar.

    Bahan Pangan IKN Ketahanan Pangan Marnabas Patiroy Sekda Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Kajian Pipa Bawah Tanah untuk Kurangi Genangan Antasari

    Oktober 14, 2026

    Karhutla Tol Balsam Meluas, Pemprov Kaltim Buka Peluang Usulkan Status Bencana Nasional

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Cari Dana Provinsi dan Pusat untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

    Oktober 14, 2026

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026

    Alat Perekaman KTP Samarinda Berusia 15 Tahun, Kamera Rusak Bisa Hentikan Pencetakan

    Oktober 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi dengan Kompas Media Group untuk Perluas Publikasi Pembangunan

    SintaOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Di tengah upaya menjaga keberlanjutan pembangunan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Pemkot Samarinda Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Bersama Bankaltimtara

    Oktober 14, 2026

    Kualitas Udara Belum Pulih, Sejumlah Sekolah Terapkan PJJ

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Benahi Celah Suap Lewat Standar ISO

    Oktober 14, 2026

    Angkutan Massal Ditarget Beroperasi 2027

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,385 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.