Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026

    Alat Perekaman KTP Samarinda Berusia 15 Tahun, Kamera Rusak Bisa Hentikan Pencetakan

    Oktober 13, 2026

    DLH Kaltim Optimalkan SIHATI untuk Evaluasi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

    Oktober 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu
    Ekonomi

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaOktober 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Eka Agustina, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 13/10/2026. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga sejumlah jenis cabai di Kota Samarinda mengalami kenaikan di tengah kendala pengiriman dari luar daerah. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda mengungkapkan biaya angkut dan keterlambatan distribusi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan harga komoditas tersebut.

    Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Eka Agustina mengatakan, kenaikan harga terjadi pada tiga jenis cabai yakni cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai tiung. Meski demikian, kenaikannya masih relatif terbatas berdasarkan hasil pemantauan harga yang dilakukan pihaknya.

    “Yang naik itu cuma tiga komoditas cabai merah, cabai keriting, dan cabai tiung. Naiknya cuma sedikit, 0,4 persen, 0,1 persen. Paling tinggi itu cabai merah besar di 1,4 persen kenaikannya,” ujar Eka saat ditemui di Gedung Dinas Perdagangan Kota Samarinda Selasa, 13 Oktober 2026.

    Ia menjelaskan, harga cabai di pasaran dapat berubah dalam waktu singkat karena pasokan Samarinda masih sangat bergantung pada pengiriman dari luar daerah. Sekitar 85 persen pasokan cabai yang beredar saat ini disebut berasal dari luar daerah.

    Menurut Eka, keterlambatan pengiriman dan meningkatnya biaya angkut dapat mendorong pedagang menyesuaikan harga jual. Kondisi cuaca dan gelombang laut yang berpotensi menghambat perjalanan kapal juga dapat mempengaruhi kelancaran distribusi menjelang November hingga Desember.

    “Kadang-kadang pengirimannya lambat, terus ongkos kirimnya agak mahal. Jadi, harga cabai itu kadang hari ini naik, besok bisa langsung turun, besoknya bisa naik lagi,” jelasnya.

    Di sisi lain, pemenuhan pasokan dari petani lokal belum dapat dioptimalkan. Kondisi cuaca kering saat ini dinilai belum memungkinkan petani setempat menyediakan cabai dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar Samarinda.

    Keterlibatan petani lokal sebenarnya dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah, sekaligus menekan biaya distribusi, namun upaya tersebut tetap bergantung pada kemampuan produksi dan ketersediaan hasil panen.

    Meski harga cabai mengalami kenaikan, Disdag menilai kondisi tersebut belum terlalu mengkhawatirkan bagi sebagian besar rumah tangga. Konsumen rumah tangga umumnya membeli cabai dalam jumlah terbatas, berbeda dengan pelaku usaha kuliner yang membutuhkan pasokan lebih banyak untuk operasional sehari-hari.

    “Tapi kami tetap menyiapkan program pasar murah di sejumlah titik. Pemerintah juga memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok untuk mengantisipasi gejolak yang dapat membebani masyarakat,’’ tuturnya.

    Pemantauan terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Jika diperlukan, pasar murah dapat kembali digelar sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga komoditas di Samarinda.

     

    Disdag Samarinda Eka Agustina Harga Cabai
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Beda dengan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda Tak Wajibkan ASN Menginap di Hotel Pemda

    Oktober 8, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Menguat, Dinas Perkebunan Ingatkan Petani Soal Tengkulak

    Oktober 6, 2026

    Kebutuhan Daging Domba Kaltim Buka Peluang Ekonomi bagi Peternak Lokal

    Oktober 6, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Ratu ArifanzaOktober 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Harga sejumlah jenis cabai di Kota Samarinda mengalami kenaikan di tengah kendala…

    Alat Perekaman KTP Samarinda Berusia 15 Tahun, Kamera Rusak Bisa Hentikan Pencetakan

    Oktober 13, 2026

    DLH Kaltim Optimalkan SIHATI untuk Evaluasi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

    Oktober 13, 2026

    Vape Bisa Diisi Etomidate hingga Sabu, Kaltim Siapkan Aturan Pelarangan

    Oktober 13, 2026

    Disdikbud Kaltim Dorong Seniman Masuk Sekolah, Karya Seni Lokal Diusulkan Masuk Museum

    Oktober 13, 2026
    1 2 3 … 3,382 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.