Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung
    Ekonomi

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    AminahBy AminahOktober 1, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kapal tongkang melintas di perairan Sungai Mahakam yang menjadi salah satu jalur aktivitas pelayaran di Kaltim. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aktivitas kapal di perairan Kalimantan Timur (Kaltim) terus berlangsung, termasuk kegiatan ship to ship (STS) di sejumlah titik perairan. Namun, besarnya aktivitas ekonomi tersebut belum diikuti kejelasan mengenai seberapa besar penerimaan yang masuk ke kas daerah.

    Kondisi ini menjadi persoalan di tengah ruang fiskal Kaltim yang semakin terbatas. Pemerintah daerah kini mulai melihat sektor maritim sebagai salah satu sumber ekonomi yang potensial, tetapi skema pengelolaan dan besaran pendapatan yang bisa diperoleh daerah masih dalam tahap penghitungan.

    Salah satu titik yang disorot berada di Muara Berau. Aktivitas STS di kawasan tersebut disebut telah berlangsung sekitar dua dekade dengan jumlah kapal yang dapat mencapai 100 hingga 150 unit.

    Persoalannya, aktivitas yang berlangsung dalam waktu panjang tersebut belum memiliki gambaran yang jelas mengenai kontribusinya terhadap PAD Kaltim.

    Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyebut aktivitas di kawasan laut hingga 12 mil berada dalam ruang kewenangan pemerintah provinsi untuk pengelolaan ruang laut. Namun, ia mempertanyakan belum terlihatnya penerimaan daerah dari aktivitas ekonomi tersebut.

    “Di Muara Berau itu ada sekitar 100 sampai 150 kapal. Itu sudah berjalan hampir 20 tahun. Pertanyaannya, kenapa tidak ada PAD kita dari situ?” kata Hasanuddin usai RDP dengan Komisi II dan BUMD di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Kamis, 1 Oktober 2026.

    Ia juga menyebut terdapat sejumlah lokasi STS lain di perairan Kaltim, seperti Muara Jawa, Muara Balikpapan, Paser hingga Kutai Timur. Artinya, persoalan PAD tidak hanya berkaitan dengan satu kawasan, tetapi menyangkut bagaimana pemerintah daerah mengelola aktivitas ekonomi maritim yang tersebar di sejumlah wilayah.

    Di sisi lain, pemerintah provinsi belum dapat menyebutkan angka pasti potensi PAD yang dapat diperoleh dari seluruh aktivitas tersebut.

    Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Yusliando mengatakan sejumlah potensi masih dihitung, termasuk penerimaan dari jasa pemanduan dan penundaan kapal serta kemungkinan pungutan atas penggunaan alur Sungai Mahakam.

    “Sekarang kita sedang kaji untuk pengelolaan alur Sungai Mahakam. Salah satunya kemungkinan ada canal fee,” ujarnya.

    Untuk jasa pemanduan dan penundaan kapal, saat ini PT Kaltim Melati Bhakti Satya (MBS) telah bekerja sama dengan Pelindo. Pemerintah juga mendorong pengembangan peran MBS agar dapat memperoleh konsesi atau pelimpahan kewenangan tertentu dalam kegiatan kepelabuhanan.

    Namun, pemerintah belum memiliki angka keseluruhan mengenai berapa besar potensi penerimaan daerah dari aktivitas maritim tersebut. Pendapatan dari jasa yang sudah berjalan maupun potensi baru masih dihitung secara terpisah.

    Selain pilotage dan towage, pemerintah provinsi juga tengah mengkaji kemungkinan penerapan canal fee bagi kapal yang menggunakan alur Sungai Mahakam.

    “Kita sedang kaji untuk pengelolaan alur Sungai Mahakam. Salah satunya kemungkinan ada canal fee,” ujar Yusliando.

    Besaran penerimaan yang dapat diperoleh dari skema tersebut belum ditetapkan. Pemerintah masih menghitung potensi canal fee, termasuk potensi penerimaan dari jasa pemanduan dan penundaan kapal.

    “Untuk canal fee itu masih kita hitung. Pilotage dan towage juga masih kita hitung berapa potensinya,” jelasnya.

     

    Dishub Kaltim DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud Kapal Yusliando
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Pimpin Bapenda Kaltim, Dasmiah Bidik PAD dari Pajak Perusahaan hingga Alat Berat

    September 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Ratu ArifanzaOktober 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda mengaku belum menerima pembaruan terbaru mengenai proses…

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    SIPADU e-Dalev Samarinda Didorong Tak Sekadar Jadi Aplikasi Pelaporan

    Oktober 1, 2026
    1 2 3 … 3,371 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.