Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025
    Kesehatan

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    IraBy IraJuni 19, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi Virus HIV AIDS (foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penanganan HIV bersama tuberkulosis (TB) jadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Karena masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang wajib dipenuhi.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat sebanyak 492 kasus HIV ditemukan sepanjang tahun 2025.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, dr. Nata Siswanto, mengatakan, program penanggulangan HIV terus berjalan beriringan. Dengan penanganan AIDS karena keduanya memiliki keterkaitan yang erat, baik dari sisi deteksi maupun pengobatan.

    “Untuk tahun 2025, jumlah kasus HIV yang ditemukan di Kota Samarinda sebanyak 492 kasus positif,” kata Nata.

    Meski belum memiliki data pembanding dari seluruh kabupaten dan kota, di Kalimantan Timur (Kaltim) Nata menilai secara logis, angka tersebut berpotensi menjadi yang tertinggi di provinsi ini mengingat Samarinda merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Kaltim.

    “Secara logika, karena jumlah penduduk Samarinda paling banyak, kemungkinan memang menjadi yang tertinggi,” ujarnya.

    Menurut Nata, penanganan HIV dan TB menjadi perhatian serius pemerintah. Karena keduanya termasuk dalam 12 indikator Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan yang menjadi tolok ukur kinerja pemerintah daerah.

    Ia menjelaskan, capaian program penanggulangan penyakit menular seperti HIV. Akan menjadi bagian dari evaluasi pelayanan kesehatan yang harus dipertanggungjawabkan pemerintah daerah kepada masyarakat.

    Dinkes Samarinda terus mendorong upaya deteksi dini, pemeriksaan rutin bagi kelompok berisiko. Serta pengobatan berkelanjutan, bagi pasien yang telah terdiagnosis.

    Langkah tersebut dinilai penting, untuk menekan angka penularan. Sekaligus, meningkatkan kualitas hidup penyandang HIV.

    Selain penguatan layanan kesehatan, pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat. Untuk menghilangkan stigma, terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sehingga mereka dapat, mengakses layanan pemeriksaan dan pengobatan tanpa rasa takut atau diskriminasi.

    Dengan tingginya jumlah kasus yang ditemukan, Dinkes berharap, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara sukarela semakin meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    Kasus ISPA Kaltim Mulai Turun, Asap dan Minim Hujan Masih Jadi Ancaman

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.