Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    Mei 26, 2026

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Puasa Aman bagi Penderita GERD, Dokter Tirta Ungkap Kunci Pola Makan dan Obat
    Kesehatan

    Puasa Aman bagi Penderita GERD, Dokter Tirta Ungkap Kunci Pola Makan dan Obat

    RidhoBy RidhoFebruari 19, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Edukasi Dokter Tirta di Youtube (Screenshot Youtube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit lambung seperti gastritis dan gastroesophageal reflux disease (GERD) diimbau untuk lebih cermat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Lambung yang kosong selama berjam-jam berpotensi memicu kekambuhan apabila tidak diimbangi dengan pola makan dan pengobatan yang tepat.

    Hal tersebut disampaikan Dokter Tirta dalam sesi edukasi kesehatan mengenai puasa bagi penderita gangguan lambung yang diunggah di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Kamis, 19 Februari 2026.

    Dokter Tirta menjelaskan, secara medis penderita asam lambung tetap dapat menjalankan puasa, namun tubuh memerlukan proses adaptasi. Kondisi lambung yang kosong selama hampir 12 jam dinilai cukup berisiko memicu kekambuhan bila tidak diantisipasi dengan baik.

    “Secara realistis, bagi yang punya riwayat penyakit lambung, puasa memang rentan memicu kambuh. Tubuh harus beradaptasi karena lambung kosong dalam waktu lama,” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya konsumsi obat lambung sesuai anjuran dokter, terutama saat berbuka puasa dan sahur. Konsumsi obat secara teratur dinilai mampu membantu menjaga kestabilan produksi asam lambung selama menjalani ibadah puasa.

    Selain pengobatan, pola makan saat berbuka puasa juga menjadi perhatian utama. Dokter Tirta menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengonsumsi makanan berat.

    “Saat berbuka sebaiknya diawali dengan air putih dan kurma, lalu makan secara bertahap. Jangan langsung makan berat karena lambung bisa kaget dan memicu nyeri,” jelasnya.

    Sementara pada waktu sahur, ia menganjurkan menu yang lembut dan mudah dicerna, seperti jus alpukat atau makanan bergizi seimbang, untuk membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil. Porsi makan berlebihan juga perlu dihindari.

    “Makan secukupnya saja. Kalau terlalu kenyang, tekanan pada lambung meningkat dan itu bisa memicu GERD,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Dokter Tirta menegaskan bahwa penderita penyakit lambung tetap diperbolehkan berpuasa selama kondisi tubuh memungkinkan dan pengaturan dilakukan dengan tepat. Namun, apabila keluhan muncul dalam kondisi berat, terdapat keringanan untuk tidak melanjutkan puasa.

    “Kalau kambuhnya berat saat berpuasa, seperti nyeri hebat atau muntah di siang hari, maka tidak diwajibkan melanjutkan puasa. Boleh dibatalkan dan segera periksa ke dokter,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri menjalankan puasa ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

    Menurutnya, kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan pengaturan pola makan yang baik, konsumsi obat secara teratur, serta konsultasi medis rutin, penderita penyakit lambung tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

     

    Dokter Tirta GERD Kesehatan Puasa Ramadan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    Mei 20, 2026

    Mengurai Benang Kusut Mitos Kesehatan: Panduan Hidup Sehat Tanpa Cemas Ala dr Tirta

    Mei 17, 2026

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Mei 10, 2026

    Camat Samarinda Ulu Dukung Perda TBC, Soroti Pentingnya Jaminan Sosial bagi Penderita

    April 14, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    LAN Dorong Kebijakan Publik Lebih Tajam dan Berdampak Lewat Penyusunan Policy Paper

    R’syaMei 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN (Lembaga Administrasi Negara) RI…

    Kursi Sekwan Kaltim Belum Bertuan, DPRD Masih Tunggu Usulan Nama dari Gubernur

    Mei 26, 2026

    Wagub Kaltim Diseret dalam Isu Aksi Demonstrasi, Gerindra Imbau Publik Tidak Terprovokasi

    Mei 26, 2026

    Polemik Grup Chat DPRD Kaltim Masuk Ranah Etik, BK Siapkan Pemanggilan dan Mediasi

    Mei 26, 2026

    Lahan Sawit 2 Hektare Hancur Diterjang Lumpur, Warga Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp70 Juta dari Perusahaan

    Mei 26, 2026
    1 2 3 … 3,107 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.