Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    July 27, 2026

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran
    Kesehatan

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 13, 2026Updated:July 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid P2p Dinkes Kota Samarinda, Nata Siswanto saat memberikan penjelasan mengenai jumlah kasus TBC Dan HIV/AIDS (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Samarinda masih tergolong tinggi, dengan temuan mencapai sekitar 4.000 kasus dari hasil skrining sepanjang tahun sebelumnya.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Nata Siswanto menjelaskan, tingginya angka tersebut tidak terlepas dari upaya deteksi dini yang terus dimaksimalkan.

    “Semakin kita intens melakukan deteksi dini, maka kasus yang ditemukan juga akan meningkat. Itu artinya kita berhasil menemukan lebih banyak penderita untuk segera ditangani,” ujarnya, Senin 13 April 2026.

    Pada tahun sebelumnya, pihaknya melakukan skrining terhadap sekitar 19.000 hingga 20.000 orang, dengan hasil sekitar 4.000 kasus positif TBC. Meski demikian, pihaknya optimistis angka kasus dapat ditekan seiring dengan pengobatan yang berjalan.

    “Kalau penanganannya maksimal, nanti pada waktunya angka kasus juga akan menurun,” jelasnya.

    Untuk tahun 2026, proses penanganan masih berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari pemerintah pusat, meskipun terdapat sejumlah kendala di lapangan.

    Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan anggaran, akibat efisiensi yang berdampak pada pengadaan Bahan Habis Pakai (BHP) untuk kebutuhan deteksi dini.

    “Tahun ini ada efisiensi anggaran, jadi beberapa kebutuhan seperti bahan pemeriksaan masih belum mencukupi untuk satu tahun penuh,” ungkapnya.

    Meski menghadapi keterbatasan pihaknya memastikan program penanggulangan tetap berjalan optimal, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

    “Anggaran memang menurun tapi itu tidak menjadi alasan. Program tetap harus berjalan,” tegasnya.

    Selain TBC kasus HIV/AIDS juga menjadi perhatian, dengan temuan sekitar 492 kasus pada tahun 2025. Namun ia belum dapat memastikan perbandingan angka tersebut dengan daerah lain di Kalimantan Timur.

    Nata menegaskan, penanganan penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

    “Kami butuh dukungan semua pihak, tidak hanya Dinas Kesehatan, tapi juga masyarakat dan stakeholder lainnya,” katanya.

    Ia berharap dengan adanya dukungan, termasuk rencana pembentukan peraturan daerah (Perda), penanggulangan penyakit menular di Samarinda dapat lebih optimal ke depan.

    “Harapannya dengan adanya Perda nanti, penanganan TBC bisa lebih maksimal dan terarah,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Perdana Ikuti Penilaian Kota Pangan Aman, Dinkes Sebut Jadi Ajang Evaluasi

    July 27, 2026

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    July 26, 2026

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    July 26, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    July 24, 2026

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    July 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    Nur AjijahJuly 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat laju pertumbuhan ekonomi 2025, berada di…

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026

    Dua Wakil Indonesia Siap Bersaing di Srikandi Merdeka Cup 2026

    July 27, 2026

    BPBD Kaltim Gandeng Dunia Usaha Percepat Pemulihan Pascabencana

    July 27, 2026
    1 2 3 … 3,242 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.