Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    September 16, 2026

    137 UMKM Penyintas Dapat KEMAS, Pertamina Siapkan Pemetaan Pasokan LPG 3 Kg

    September 16, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran
    Kesehatan

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 13, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid P2p Dinkes Kota Samarinda, Nata Siswanto saat memberikan penjelasan mengenai jumlah kasus TBC Dan HIV/AIDS (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Samarinda masih tergolong tinggi, dengan temuan mencapai sekitar 4.000 kasus dari hasil skrining sepanjang tahun sebelumnya.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Nata Siswanto menjelaskan, tingginya angka tersebut tidak terlepas dari upaya deteksi dini yang terus dimaksimalkan.

    “Semakin kita intens melakukan deteksi dini, maka kasus yang ditemukan juga akan meningkat. Itu artinya kita berhasil menemukan lebih banyak penderita untuk segera ditangani,” ujarnya, Senin 13 April 2026.

    Pada tahun sebelumnya, pihaknya melakukan skrining terhadap sekitar 19.000 hingga 20.000 orang, dengan hasil sekitar 4.000 kasus positif TBC. Meski demikian, pihaknya optimistis angka kasus dapat ditekan seiring dengan pengobatan yang berjalan.

    “Kalau penanganannya maksimal, nanti pada waktunya angka kasus juga akan menurun,” jelasnya.

    Untuk tahun 2026, proses penanganan masih berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari pemerintah pusat, meskipun terdapat sejumlah kendala di lapangan.

    Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan anggaran, akibat efisiensi yang berdampak pada pengadaan Bahan Habis Pakai (BHP) untuk kebutuhan deteksi dini.

    “Tahun ini ada efisiensi anggaran, jadi beberapa kebutuhan seperti bahan pemeriksaan masih belum mencukupi untuk satu tahun penuh,” ungkapnya.

    Meski menghadapi keterbatasan pihaknya memastikan program penanggulangan tetap berjalan optimal, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

    “Anggaran memang menurun tapi itu tidak menjadi alasan. Program tetap harus berjalan,” tegasnya.

    Selain TBC kasus HIV/AIDS juga menjadi perhatian, dengan temuan sekitar 492 kasus pada tahun 2025. Namun ia belum dapat memastikan perbandingan angka tersebut dengan daerah lain di Kalimantan Timur.

    Nata menegaskan, penanganan penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

    “Kami butuh dukungan semua pihak, tidak hanya Dinas Kesehatan, tapi juga masyarakat dan stakeholder lainnya,” katanya.

    Ia berharap dengan adanya dukungan, termasuk rencana pembentukan peraturan daerah (Perda), penanggulangan penyakit menular di Samarinda dapat lebih optimal ke depan.

    “Harapannya dengan adanya Perda nanti, penanganan TBC bisa lebih maksimal dan terarah,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Air Minum Jadi Titik Rawan Penyakit Saat Kemarau

    September 15, 2026

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    September 12, 2026

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    September 11, 2026

    RS Mulya Medika Dorong Warga Cegah Penyakit, Tak Hanya Datang Saat Sakit

    September 10, 2026

    TPP ASN Belum Cair, Dinkes Kaltim Minta Rumah Sakit Koordinasi dengan Bank

    September 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    IraSeptember 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penataan pedagang di Pasar Pagi Samarinda yang sebelumnya sempat diwarnai ketegangan terkait…

    137 UMKM Penyintas Dapat KEMAS, Pertamina Siapkan Pemetaan Pasokan LPG 3 Kg

    September 16, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026

    OMC Kaltim Masuk Hari Kedua, Pesawat Cessna Siaga 24 Jam Memburu Awan Hujan

    September 16, 2026

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,344 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.