Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    Juli 10, 2026

    Efisiensi Anggaran Pemerintah Berpengaruh Signifikan, Terhadap Industri Hotel Kaltim

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Kaltim Tegaskan RTH Tak Boleh Lagi Dialihfungsikan untuk Berjualan

    Juli 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Puasa Aman bagi Penderita GERD, Dokter Tirta Ungkap Kunci Pola Makan dan Obat
    Kesehatan

    Puasa Aman bagi Penderita GERD, Dokter Tirta Ungkap Kunci Pola Makan dan Obat

    RidhoBy RidhoFebruari 19, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Edukasi Dokter Tirta di Youtube (Screenshot Youtube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit lambung seperti gastritis dan gastroesophageal reflux disease (GERD) diimbau untuk lebih cermat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Lambung yang kosong selama berjam-jam berpotensi memicu kekambuhan apabila tidak diimbangi dengan pola makan dan pengobatan yang tepat.

    Hal tersebut disampaikan Dokter Tirta dalam sesi edukasi kesehatan mengenai puasa bagi penderita gangguan lambung yang diunggah di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Kamis, 19 Februari 2026.

    Dokter Tirta menjelaskan, secara medis penderita asam lambung tetap dapat menjalankan puasa, namun tubuh memerlukan proses adaptasi. Kondisi lambung yang kosong selama hampir 12 jam dinilai cukup berisiko memicu kekambuhan bila tidak diantisipasi dengan baik.

    “Secara realistis, bagi yang punya riwayat penyakit lambung, puasa memang rentan memicu kambuh. Tubuh harus beradaptasi karena lambung kosong dalam waktu lama,” ujarnya.

    Ia menekankan pentingnya konsumsi obat lambung sesuai anjuran dokter, terutama saat berbuka puasa dan sahur. Konsumsi obat secara teratur dinilai mampu membantu menjaga kestabilan produksi asam lambung selama menjalani ibadah puasa.

    Selain pengobatan, pola makan saat berbuka puasa juga menjadi perhatian utama. Dokter Tirta menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengonsumsi makanan berat.

    “Saat berbuka sebaiknya diawali dengan air putih dan kurma, lalu makan secara bertahap. Jangan langsung makan berat karena lambung bisa kaget dan memicu nyeri,” jelasnya.

    Sementara pada waktu sahur, ia menganjurkan menu yang lembut dan mudah dicerna, seperti jus alpukat atau makanan bergizi seimbang, untuk membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil. Porsi makan berlebihan juga perlu dihindari.

    “Makan secukupnya saja. Kalau terlalu kenyang, tekanan pada lambung meningkat dan itu bisa memicu GERD,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Dokter Tirta menegaskan bahwa penderita penyakit lambung tetap diperbolehkan berpuasa selama kondisi tubuh memungkinkan dan pengaturan dilakukan dengan tepat. Namun, apabila keluhan muncul dalam kondisi berat, terdapat keringanan untuk tidak melanjutkan puasa.

    “Kalau kambuhnya berat saat berpuasa, seperti nyeri hebat atau muntah di siang hari, maka tidak diwajibkan melanjutkan puasa. Boleh dibatalkan dan segera periksa ke dokter,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri menjalankan puasa ketika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

    Menurutnya, kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan pengaturan pola makan yang baik, konsumsi obat secara teratur, serta konsultasi medis rutin, penderita penyakit lambung tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

     

    Dokter Tirta GERD Kesehatan Puasa Ramadan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Pelayanan Kesehatan, SPM Tetap Sesuai Target

    Juli 10, 2026

    RSUD Abdul Wahab Sjahranie Bedah Fasilitas, Keluarga Pasien Hemodialisa Mulai Nikmati Ber-AC

    Juli 9, 2026

    Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan, RSUD AWS Libatkan Publik Susun Standar Pelayanan

    Juli 8, 2026

    Hadirkan PET CT Scan, Layanan Kedokteran Nuklir RSUD AWS Pertama di Luar Jawa-Bali

    Juli 8, 2026

    Sudah 28 Ribu Peserta, Dinkes Ajak Warga Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Samarinda

    Juli 7, 2026

    Memeratakan Layanan Kesehatan 29 Dokter Spesialis Diterjunkan ke RS Daerah, Pemprov Kaltim Siapkan Insentif hingga Rp30 Juta

    Juli 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pagu Bapperida Samarinda 2027 Tembus Rp36 Miliar, Gaji dan Revisi RPJMD Jadi Prioritas

    SittiJuli 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Alokasi anggaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda…

    Efisiensi Anggaran Pemerintah Berpengaruh Signifikan, Terhadap Industri Hotel Kaltim

    Juli 10, 2026

    Satpol PP Kaltim Tegaskan RTH Tak Boleh Lagi Dialihfungsikan untuk Berjualan

    Juli 10, 2026

    Kerap Picu Insiden, Perbaikan Lampu Jalan Jembatan Achmad Amins Mulai Dilelang Bulan Depan

    Juli 10, 2026

    Menghapus Perpeloncoan Saja Tak Cukup, MPLS Ramah 2026 Darurat Kekerasan Seksual

    Juli 10, 2026
    1 2 3 … 3,204 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.