Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasien Tetap Berhak Dijamin BPJS Kesehatan, Meski Menolak Tindakan Medis Tertentu

    Juni 9, 2026

    Menelusuri Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sigiri, Harga Ayam Merangkak Naik, Plastik Justru Turun

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Mengurai Benang Kusut Mitos Kesehatan: Panduan Hidup Sehat Tanpa Cemas Ala dr Tirta
    Artikel

    Mengurai Benang Kusut Mitos Kesehatan: Panduan Hidup Sehat Tanpa Cemas Ala dr Tirta

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 17, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: dr Tirta saat menjelaskan terkait beberapa mitos yang beredar di kalangan Gen-Z (Screenshot kanal youtube @TirtaPengPengPeng)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah derasnya arus informasi digital, ruang publik sering kali dipenuhi oleh berbagai klaim kesehatan yang membingungkan. Mulai dari larangan mengonsumsi makanan tertentu hingga tuntutan aktivitas fisik yang berlebihan, masyarakat kerap dihadapkan pada dilema dalam menentukan pola hidup yang benar. Berangkat dari keresahan tersebut, praktisi kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi mencoba mengurai benang kusut mitos medis yang telanjur dipercayai oleh masyarakat.

    Salah satu mitos yang paling sering beredar adalah anggapan bahwa sebutir kuning telur dapat langsung memicu lonjakan drastis kadar kolesterol di dalam darah. Faktanya, dalam dunia medis, kolesterol bukanlah zat yang sepenuhnya jahat. Tubuh manusia justru membutuhkan kolesterol sebagai komponen dasar untuk memproduksi enzim dan hormon penunjang kehidupan.

    Bagi individu dengan kondisi tubuh yang sehat, mengonsumsi telur dalam jumlah wajar setiap hari sama sekali tidak memicu hiperkolesterolemia. Peningkatan kadar kolesterol secara ekstrem biasanya merupakan dampak dari akumulasi gaya hidup yang buruk selama bertahun-tahun, bukan karena konsumsi telur harian yang normal.

    “Apakah makan satu kuning telur langsung meningkatkan kolesterol? Tentu tidak… Kalau kita orang normal makan empat sampai enam butir, ya tidak apa-apa. Kuning telur itu enak dan bergizi,” ujar dr. Tirta.

    Fenomena lain yang jamak ditemui di masyarakat, khususnya generasi muda, adalah ambisi untuk mendapatkan kebugaran fisik secara instan. Tidak jarang, seseorang memaksakan diri untuk melakukan olahraga dengan intensitas tinggi setiap hari tanpa mengambil waktu istirahat (rest day).

    Padahal, tubuh manusia bukanlah mesin yang dapat terus dipacu tanpa batas. Otot dan organ jantung memiliki kapasitas adaptasi yang memerlukan fase pemulihan (recovery) secara berkala.

    Memaksakan aktivitas fisik yang berat secara terus-menerus justru akan mendatangkan dampak buruk, seperti penumpukan kelelahan kronis, gangguan tidur, hingga meningkatnya risiko cedera otot.

    “Kalau olahraganya intensitas tinggi dan dilakukan setiap hari, otot dan jantung tidak memiliki waktu pemulihan yang cukup. Hal itu justru akan merugikan diri sendiri,” tuturnya menekankan pentingnya jeda dalam berolahraga.

    Sisi menarik lain yang diangkat oleh dr. Tirta adalah mitos unik mengenai penggunaan koyo atau perekat pereda nyeri setelah berolahraga. Sebagian orang khawatir penggunaan koyo dapat menghambat pertumbuhan massa otot yang baru. Padahal, secara anatomis, cara kerja senyawa farmasi pada koyo hanya berpenetrasi secara lokal di lapisan kulit luar guna melancarkan aliran darah, sehingga sama sekali tidak mengganggu mekanisme pembentukan jaringan otot di bagian dalam.

    Beralih ke masalah estetika, dr. Tirta juga meluruskan asumsi mengenai penyebab penuaan dini dan kulit wajah yang kusam. Jika selama ini masyarakat cenderung menyalahkan konsumsi minuman manis secara berlebih, ia memaparkan sudut pandang medis yang berbeda.

    Faktor utama yang paling agresif mempercepat penuaan pada kulit wajah sebenarnya adalah paparan sinar ultraviolet (UV) matahari tanpa perlindungan tabir surya (sunscreen), kebiasaan merokok, serta kurangnya waktu tidur secara konsisten. Berdasarkan pengalaman pribadinya, perbaikan gaya hidup dan pemenuhan nutrisi yang tepat jauh lebih efektif untuk mengembalikan kesegaran kulit.

    Pada akhirnya, menjaga kesehatan tubuh bukanlah tentang mengikuti tren yang ekstrem atau merasa cemas akibat mitos yang berseliweran. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak, rasional, dan kritis dalam memilah informasi medis demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.

     

    Artikel Dokter Tirta dr Tirta Mandira Hudhi Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Pasien Tetap Berhak Dijamin BPJS Kesehatan, Meski Menolak Tindakan Medis Tertentu

    Juni 9, 2026

    Bukan Musuhan, Banyak Orang Kini Memilih Mengurangi Lingkaran Pertemanan

    Juni 7, 2026

    Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas Setelah Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Juni 7, 2026

    Minimalis dan Personal Kian Diminati, Gen Z Mulai Tinggalkan Cincin Nikah Model Klasik

    Juni 7, 2026

    Perbedaan Susu Pasteurisasi dan Susu UHT yang Perlu Diketahui, Konsumen Jangan Salah Pilih

    Juni 6, 2026

    RSUD IA Moeis Tambah Kapasitas Ruang Isolasi TBC dan HIV dari 6 Menjadi 10 Tempat Tidur

    Juni 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pasien Tetap Berhak Dijamin BPJS Kesehatan, Meski Menolak Tindakan Medis Tertentu

    Nur AjijahJuni 9, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pasien peserta BPJS Kesehatan yang menolak tindakan medis tertentu, tetap mendapatkan jaminan…

    Menelusuri Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sigiri, Harga Ayam Merangkak Naik, Plastik Justru Turun

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026

    Tambang Makan Korban Lagi, Deni: Kaltim Menyumbang Kekayaan, Tapi Menanggung Derita

    Juni 9, 2026

    Dukung Konsep Tri City IKN, Samarinda Siapkan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir

    Juni 8, 2026
    1 2 3 … 3,131 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.