Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Kekeringan, Pemkot Maksimalkan Pompa Air hingga Irigasi

    Agustus 21, 2026

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria

    Agustus 21, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Tambahan Anggaran Rp90 Miliar Terowongan Samarinda Baru Sebatas Wacana
    Pemerintah

    Tambahan Anggaran Rp90 Miliar Terowongan Samarinda Baru Sebatas Wacana

    SittiBy SittiJuli 7, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Proyek Terowongan Samarinda (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana penambahan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk kelanjutan megaproyek Terowongan Samarinda dipastikan belum masuk dalam tahapan pengajuan resmi ke legislatif. Alokasi dana fantastis yang sempat mencuat ke publik tersebut baru sebatas wacana teknis dan dipastikan tidak akan terealisasi pada sisa tahun anggaran 2026.

    Sempitnya durasi pengerjaan pada APBD Perubahan serta keterbatasan ruang fiskal daerah menjadi alasan utama usulan tersebut belum bisa dieksekusi di lapangan.

    Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda Hendra Kusuma menegaskan, angka Rp90 miliar tersebut sama sekali tidak bersifat mutlak atau mengunci postur anggaran daerah.

    Rencana penambahan itu mulanya diproyeksikan untuk mendanai metode pelandaian tebing guna mengantisipasi potensi longsoran di sekitar area proyek.

    “Belum masih wacana. Artinya kalau kami di teknis itu berpikirnya harus tuntas dari hulu ke hilir. Jadi ada beberapa item pekerjaan yang menurut kami memang harusnya dilaksanakan, tapi itu menyesuaikan dengan kondisi anggaran,” ujar Hendra, Senin, 6 Juli 2026.

    Hendra menjelaskan, berdasarkan dokumen studi kelayakan, posisi tebing di kawasan mulut terowongan saat ini dinilai masih terlalu curam dan memperlihatkan beberapa titik rekahan tanah.

    Untuk meminimalkan risiko pergeseran tanah jangka panjang, studi tersebut merekomendasikan adanya metode pemangkasan atau pelandaian tebing.

    Meski demikian, PUPR menjamin struktur terowongan yang ada saat ini sebenarnya sudah berada dalam kategori aman karena adanya perpanjangan konstruksi luar yang melindungi jalur perlintasan.

    “Studi meminta kita melakukan pelandaian tebing. Walaupun kalau menurut kami secara perhitungan, dari sisi safety sudah safety sekali karena ada penambahan mulut terowongan sampai 70 sekian meter ke luar. Jadi, (pelandaian tebing) tidak dilaksanakan sekarang pun tidak masalah. Kalau memang ada uangnya oke, kalau tidak ada ya tidak apa-apa,” jelasnya.

    Tersendatnya sirkulasi dana transfer dari pemerintah pusat sepanjang tahun ini memaksa pemerintah kota memutar otak. Konstruksi pembiayaan daerah kini dipaksa bergantung sepenuhnya pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Mengingat waktu pengerjaan yang tersisa tinggal hitungan bulan, Hendra menyatakan sangat tidak realistis jika proyek fisik skala besar tersebut dipaksakan berjalan pada sisa tahun ini.

    “Seandainya pun di APBD Perubahan uangnya ada, waktunya tidak memungkinkan dilaksanakan. Jadi tahun depan pun kita juga belum tahu. Kalau kondisi keuangan sudah normal secara nasional, mungkin bisa. Tapi di tahun ini saja kita benar-benar mengandalkan uang dari PAD kita,” tandasnya.

     

    anggaran APBD Dinas PUPR Samarinda Hendra Kusuma Pemkot Samarinda Terowongan Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hadapi Kekeringan, Pemkot Maksimalkan Pompa Air hingga Irigasi

    Agustus 21, 2026

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan 42 Tandon untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Air

    Agustus 21, 2026

    Hotspot Kaltim Capai 500 Titik per Hari, BPBD Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan

    Agustus 21, 2026

    Salat Istisqa Digelar di Kaltim, Pemprov Berharap Hujan Segera Turun

    Agustus 21, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Kekeringan, Pemkot Maksimalkan Pompa Air hingga Irigasi

    R’syaAgustus 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memaksimalkan berbagai sumber air untuk menjaga lahan…

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria

    Agustus 21, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026

    FGD Jadi Langkah Evaluasi Penataan Pasar Pagi, 700 Pedagang Masih Berjualan

    Agustus 21, 2026
    1 2 3 … 3,289 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.