Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Kacang Koro Ternyata Potensial untuk Pengembangan Industri Pangan Nabati
    Artikel

    Kacang Koro Ternyata Potensial untuk Pengembangan Industri Pangan Nabati

    LarasBy LarasJanuari 29, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Patty nabati yang terbuat dari Kacang Koro Benguk
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi terbaru dalam industri pangan nabati melalui produk Belvapro, patty nabati berbahan dasar kacang koro benguk, kedelai dan selada laut.

    Produk ini dikembangkan sebagai alternatif sumber protein yang lebih terjangkau dan ramah bagi berbagai kalangan, termasuk vegetarian dan masyarakat umum.

    Ketergantungan pada sumber protein hewani sering kali menjadi tantangan, terutama karena harga yang relatif tinggi dan keterbatasan konsumsi bagi sebagian kelompok. Sementara itu, kedelai sebagai sumber protein nabati utama masih menghadapi kendala dalam pemenuhan kebutuhan nasional.

    Oleh karena itu, BRIN mengembangkan alternatif berbasis protein minor yang lebih mudah diakses dan memiliki potensi tinggi dalam mendukung ketahanan pangan.

    Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN Miftakhussolikhah menjelaskan bahwa kacang koro benguk dan selada laut merupakan bahan baku lokal yang kaya protein namun masih jarang dimanfaatkan.

    “Melalui inovasi pengolahan kacang koro benguk serta penyebaran informasi mengenai nilai gizinya, diharapkan masyarakat menjadi lebih tertarik untuk mengonsumsi dan berbagai produk olahannya,” kata Miftakhussolikhah dalam Instagram resmi BRIN_Indonesia.

    Produk Belvapro dikembangkan dengan teknologi daging analog, yakni produk pangan berbahan nabati yang memiliki tekstur, warna, aroma dan sensasi menyerupai daging hewani.

    Keunggulan patty ini terletak pada kandungan protein yang tinggi, mencapai lebih dari 18%, dengan tingkat kecernaan protein sebesar 80,50%.

    Selain itu, produk ini juga mengandung antioksidan yang tinggi, menjadikannya pilihan sehat bagi konsumen yang ingin mengurangi konsumsi daging tanpa mengorbankan pengalaman kuliner.

    Dari segi kepraktisan, Belvapro dapat dimasak dengan mudah dan sesuai untuk berbagai jenis masakan. Harganya yang lebih ekonomis dibandingkan daging konvensional juga menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen, khususnya generasi muda yang semakin peduli dengan pola makan sehat dan berkelanjutan.

    Riset terhadap sumber protein alternatif seperti kacang koro benguk dan selada laut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional.

    BRIN menekankan bahwa inovasi ini tidak hanya membuka peluang bagi industri pangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mulai membudidayakan kacang koro benguk.

    “Sehingga dapat mendorong masyarakat untuk menanam kacang koro benguk, karena cocok dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia sebagai upaya ketahanan pangan nasional,” jelas Miftakhussolikhah.

    Saat ini, produk Belvapro tengah dalam proses paten dan BRIN membuka peluang bagi industri maupun UKM yang tertarik untuk bekerja sama dalam pemasaran produk ini.

    Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan produk berbasis protein nabati, sekaligus menciptakan solusi pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Belvapro BRIN Kacang Koro Pangan Nabati
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.