Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemprov Kaltim Genjot Tuntaskan Listrik Masuk Wilayah Pedalaman dan Terpencil

    Juni 4, 2026

    Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe

    Juni 4, 2026

    Kondisi Ekonomi Kian Menantang, Padel Tetap Ramai di Samarinda

    Juni 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe
    Lifestyle

    Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe

    R’syaBy R’syaJuni 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Coffee shop tampak ramai pengunjung di tengah kebutuhan serba meningkat (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kondisi ekonomi yang semakin menekan ternyata tidak serta-merta membuat anak muda, khususnya Gen Z menghentikan kebiasaan membeli kopi atau mengunjungi kafe. Bagi sebagian kalangan, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup bahkan dianggap sebagai kebutuhan sehari-hari.

    Mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) angkatan 2020 Febi mengatakan, kebiasaan mengonsumsi kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak anak muda saat ini.

    Karena itu, fluktuasi ekonomi belum sepenuhnya menghilangkan minat masyarakat untuk membeli kopi atau datang ke kafe.

    “Kopi itu kayak sudah jadi kebutuhan sekarang, bisa nge-boost mood entah nugas atau kerja. Bukan cuma mahasiswa atau orang yang kerja, anak sekolah juga sekarang sudah banyak yang ngopi. Jadi menurut aku kopi sudah dekat banget sama kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat ditemui di Fore Coffee Samarinda, Kamis, 4 Juni 2026.

    Febi mengaku tidak terlalu sering mengunjungi kafe. Dalam sebulan, ia biasanya hanya datang ke kafe sekitar dua kali. Meski jarang nongkrong di kafe, Febi mengaku cukup rutin mengonsumsi kopi.

    Dalam seminggu, ia bisa membeli kopi sebanyak lima hingga enam kali namun lebih sering membeli kopi dengan harga terjangkau dibanding nongkrong di kafe premium.

    “Kalau ngopi bisa sering, tapi bukan yang mahal. Paling beli kopi susu sekitar Rp15 ribuan. Kalau ke tempat yang lebih pricey jarang, paling dua sampai tiga kali sebulan. Ini juga kebetulan lagi habis gajian,” tuturnya sambil tertawa.

    Febi yang juga bekerja sebagai personal trainer di salah satu pusat kebugaran di Samarinda dengan pendapatan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan menyebut mulai merasakan dampak kenaikan biaya hidup dalam beberapa waktu terakhir.

    Menurutnya, pengeluaran terasa lebih cepat habis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Jujur mempengaruhi, kerasa banget uang cepat habis. Kalau tahun sebelumnya kayaknya enggak semasif ini. Tahun ini baru-baru kerasa banget uang cepat habis,” ungkapnya.

    Kondisi tersebut membuatnya beberapa kali mengurangi frekuensi membeli kopi karena alasan keuangan. Saat kondisi keuangan sedang terbatas, ia memilih membeli menu yang lebih murah saat berkumpul bersama teman.

    “Kalau uang lagi pas-pasan ya tetap ikut nongkrong, tapi beli yang paling murah. Karena sebenarnya yang dicari itu kumpul sama teman-temannya,” jelasnya.

    Ramainya sejumlah kafe di Samarinda menunjukkan di tengah meningkatnya biaya hidup, masyarakat khususnya generasi muda masih menyisihkan sebagian pengeluarannya untuk kebutuhan hiburan dan gaya hidup, termasuk menikmati secangkir kopi bersama teman-teman.

     

    Artikel Biaya Hidup Gen Z lifestyle
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Kondisi Ekonomi Kian Menantang, Padel Tetap Ramai di Samarinda

    Juni 4, 2026

    Tak Sekadar Nyaman, Gaya Casual Kini Jadi Identitas Anak Muda

    Juni 3, 2026

    Anak TK Diajak Bersepeda, Dorong Gaya Hidup Aktif dan Jauh dari Gadget

    Juni 3, 2026

    Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Sehat Anak Muda

    Juni 3, 2026

    Tak Sekadar Tempat Nongkrong, Kafe Kini Jadi Ruang Produktif Anak Muda Samarinda

    Juni 3, 2026

    Bersepeda Malam Jadi Tren Hiburan Baru Warga Samarinda

    Juni 2, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemprov Kaltim Genjot Tuntaskan Listrik Masuk Wilayah Pedalaman dan Terpencil

    Nur AjijahJuni 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda : Awal kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud, ada 110 desa yang belum berlistrik. Kondisi…

    Biaya Hidup Naik, Gen Z Samarinda Tetap Setia Ngopi dan Nongkrong di Kafe

    Juni 4, 2026

    Kondisi Ekonomi Kian Menantang, Padel Tetap Ramai di Samarinda

    Juni 4, 2026

    Anak Muda Kini Jadi Kelompok Rentan Penyakit Gagal Ginjal Dibanding Lansia

    Juni 4, 2026

    Polisi Ringkus Residivis Pembobol Rumah di Samarinda, Uang Rp85 Juta hingga Emas Logam Mulia Digondol

    Juni 4, 2026
    1 2 3 … 3,121 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.