Insitekaltim, Samarinda – Istilah social battery belakangan kerap digunakan di media sosial untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa kehabisan energi setelah berinteraksi dengan banyak orang. Meski bukan istilah medis, konsep ini berkaitan dengan cara seseorang memperoleh dan memulihkan energi sosial.
Menurut psikolog Darrielle Allen, PhD, dari Cleveland Clinic, introvert umumnya memperoleh energi dari waktu yang dihabiskan sendiri atau di lingkungan yang tenang. Sebaliknya, berada dalam situasi sosial yang ramai dalam waktu lama dapat membuat mereka merasa lelah secara mental. Namun, hal itu bukan berarti mereka pemalu, tidak percaya diri atau antisosial. Mereka hanya memiliki cara yang berbeda dalam mengisi kembali energi.
Berikut beberapa tanda social battery mulai habis yang perlu dikenali.
1. Ingin menyendiri setelah menghadiri acara
Setelah mengikuti rapat, pesta atau berkumpul bersama banyak orang, seseorang mungkin memilih pulang dan menikmati waktu sendiri. Bagi sebagian orang, momen tersebut menjadi cara untuk memulihkan energi sebelum kembali beraktivitas.
2. Merasa lelah meski baru selesai bersosialisasi
Kelelahan yang muncul bukan selalu bersifat fisik, tetapi juga mental dan emosional. Interaksi sosial yang berlangsung lama dapat terasa menguras energi, terutama bagi mereka yang cenderung introvert.
3. Lebih nyaman berbincang dalam kelompok kecil
Orang yang energinya mulai menurun biasanya lebih memilih percakapan yang tenang dengan satu atau dua orang dibanding berada di tengah keramaian. Hal ini juga merupakan salah satu karakteristik yang umum dimiliki introvert.
4. Membutuhkan waktu sebelum kembali bertemu banyak orang
Setelah menghabiskan waktu sendirian, energi sosial umumnya akan kembali. Karena itu, tidak sedikit orang yang sengaja memberi jeda di antara agenda sosial agar tetap merasa nyaman.
5. Lebih menikmati aktivitas yang tenang
Membaca buku, mendengarkan musik, berjalan santai, atau menikmati waktu di rumah sering menjadi pilihan untuk mengisi kembali energi setelah menjalani aktivitas sosial yang padat.
Cleveland Clinic menegaskan bahwa introversi bukanlah bentuk gangguan kepribadian maupun sikap antisosial. Introvert tetap dapat bersosialisasi, bekerja dalam tim dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Perbedaannya terletak pada cara mereka mendapatkan energi, yakni melalui waktu tenang dan refleksi diri.
Karena itu, merasa membutuhkan waktu sendiri setelah bersosialisasi merupakan hal yang wajar. Mengenali batas energi diri dan memberi kesempatan untuk beristirahat dapat membantu menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial dan kesehatan mental.

