Insitekaltim, Samarinda – Tahun ajaran baru sudah berjalan lebih dari sepekan. Namun pembenahan fasilitas di SMAN 10 Samarinda belum sepenuhnya selesai. Asrama, instalasi listrik hingga sejumlah fasilitas penunjang masih dalam tahap pengerjaan ketika Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud meninjau sekolah tersebut, Selasa, 21 Juli 2026.

Sekolah Garuda Transformasi itu tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar sejak 13 Juli lalu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memilih tetap memulai aktivitas sekolah sambil mengebut penyelesaian sarana pendukung.
Rudy menyebut pembenahan difokuskan pada akses jalan, asrama, sanitasi, hingga jaringan kelistrikan yang dinilai sudah tidak layak.
“Kami ingin memastikan proses belajar mengajar berjalan normal. Pembenahan tetap dilakukan, terutama asrama, sanitasi dan instalasi listrik,” katanya.
Di lapangan, akses menuju sekolah telah diaspal. Marka jalan masih menunggu penyelesaian. Sementara di kawasan asrama, pekerja masih menyelesaikan renovasi kamar, toilet, dan jaringan utilitas yang akan digunakan ratusan siswa dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
Asrama itu diproyeksikan menampung lebih dari 400 peserta didik. Karena renovasi belum tuntas, penataan ruang untuk siswa putra dan putri masih dilakukan bertahap.
Di tengah percepatan pekerjaan, Rudy mengungkapkan belum ada anggaran khusus dari APBD yang dialokasikan untuk rehabilitasi sekolah tersebut. Pembenahan saat ini masih mengandalkan dukungan perusahaan daerah dan pemeliharaan oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Hari ini belum ada anggaran yang disiapkan. Yang berjalan sekarang dukungan Perusda, sementara pemeliharaan dilakukan PUPR,” ujarnya.
Besaran kebutuhan anggaran berikutnya, kata Rudy, masih akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Nanti kita lihat bersama TAPD untuk kebutuhan anggaran selanjutnya,” ungkapnya.

