Artikel ini telah dilihat : 221 kali.
by

Potensi Hujan Di Samarinda Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada

Reporter: Nada – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Samarinda – Potensi terjadi hujan khususnya di Samarinda, masih ada. Karena saat ini Kota Tepian berada di puncak musim hujan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Metereologi Klimatologi dan Geofisika kelas III Temindung Samarinda, Reza Arian Noor saat saat dihubungi melalui telepon, Senin (13/1/2020).

Menurutnya, musim penghujan memang terjadi hingga bulan Mei. Tetapi durasi di Samarinda pada Februari akan turun, kemudian Maret mulai naik lagi.

“Seperti itu polanya Desember dan Januari adalah puncak hujan setelah peralihan dari musim kemarau. Februari hingga April curah hujan lebih stabil. Memasuki Mei hingga Juni curah kembali tinggi dan menjadi puncaknya musim penghujan,” tuturnya.

Puncak yang dimaksud adalah curah hujan yang terjadi selama sebulan. Hal itu berbeda dengan intensitas.

“Kalau di musim hujan intensitas curah hujan sedang hingga lebat pasti ada. Sedangkan di puncak musim penghujan, jumlah total curah hujan selama sebulan sekitar 400 milimeter. Lalu di bulan lainnya cuman 100 hingga 300 milimeter. Namun intensitas bisa terjadi lebat,” terangnya.

Berdasarkan pantauan dari jumlah alat yang dimiliki, untuk hujan akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu.

“Memang curah hujan terjadi setiap harinya 30 hingga 85 milimeter dalam sehari atau 24 jam. Itu termasuk dalam kategori curah hujan sedang hingga lebat,” tambahnya.

Baca Juga :  Pilkada Kutim, Anggota DPRD Kaltim Ini Mengaku Tebar Pesona Lewat Baliho

Lebih lanjut banjir paling tinggi terjadi di sekitar Bandara APT Pranoto, yakni sekitar 80 milimeter. Curah hujan lebih tinggi terjadi di Utara Samarinda dari sejumlah kawasan lain.

“Untuk satu Minggu kedepan, wilayah Kaltim khususnya berpotensi untuk terjadinya hujan intensitas ringan hingga sedang. Karena minta warga perlu waspada,” katanya.

“Sebenarnya yang harus kita antisipasi itu bila hujan terjadi seperti Sabtu dan Minggu. Karena tiga hari sebulannya samarinda lebih cenderung panas, tidak ada hujan. Kondisi di musim penghujan, apabila tiga hari tidak terjadi hujan maka kita harus waspada. Apabila terjadi hujan biasanya, potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat itu, sangat berpotensi terjadi. Biasanya dapat disertai kilat, petir dan angin kencang. Karena ada pelepasan energi yang udah banyak tersimpan, kemudian dilepaskan dalam bentuk curah hujan,” jelasnya.

Ia mengaku khawatir karena dalam dua hari kedepan potensi hujan akan kembali terjadi

“Tetap waspada kita masih di musim hujan, tentunya peluang hujan sangat mudah terjadi. Karena wilayah kita kota Samarinda masih sangat rentan terjadinya genangan. Curah hujan masih kita alami sepanjang Januari ini,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed